KALTIMPOST.ID, Rafa, bocah berusia 11 tahun asal Pekalongan yang sempat viral karena perjuangannya melawan bisa ular weling, akhirnya meninggal dunia usai dirawat intensif selama sebulan.
Ia mengembuskan napas terakhir di RSUP Dr Kariadi, Semarang, Minggu (20/7) dini hari pukul 00.32 WIB.
Perjalanan Rafa menuju akhir hayatnya bukanlah kisah biasa. Ia hanya sedang tertidur di rumah, ketika seekor ular weling jatuh dari plafon dan menggigitnya.
Ibunya yang terkejut langsung menyadari kejadian itu, tetapi penanganan medis pertama yang diterima justru menimbulkan pertanyaan besar.
“Adik Rafa sedang tidur. Ibunya kaget karena ular melewatinya, lalu menggigit anaknya. Itu jam 4 pagi,” kata Imam Maliki, kuasa hukum keluarga saat ditemui di LBH Garuda Kencana, Kabupaten Pekalongan.
Baca Juga: Mereka Disangka Suci, Kini Puluhan Biksu Thailand Terlibat Skandal yang Memalukan
Awalnya, Rafa dibawa ke RSUD Kajen. Namun, menurut keluarga, setelah 45 menit diberikan suntikan dan oksigen, pihak rumah sakit menyatakan kondisinya aman dan memutuskan rawat jalan.
“Sudah disuntik dan dioksigen, lalu semua dilepas. RS bilang aman dan boleh dibawa pulang. Tapi dalam perjalanan pulang, Rafa kejang-kejang,” kata Imam.
Keluarga segera membawanya ke RS swasta di Pekajangan, dan kondisi terus memburuk hingga akhirnya Rafa dirujuk ke RSUP Dr Kariadi di Semarang.
Namun, sejak datang pada 9 Juli 2025, Rafa tak pernah siuman. Humas RSUP Kariadi, Aditya Kandu Warenda, mengonfirmasi bahwa kondisi Rafa sejak awal memang sudah kritis.
“Memang ketika dihantarkan ke IGD tanggal 9 Juli sudah dalam kondisi perburukan kesehatan. Dan dini hari tadi, Rafa meninggal,” ujarnya.
Baca Juga: Ramai Wacana Baru, IKN Disarankan Turun Pangkat Jadi Ibu Kota Provinsi
Pihak keluarga kini sudah membawa pulang jenazah Rafa ke Pekalongan.
“Sudah dibawa ke rumah, info dari forensik,” jelas Aditya singkat.
Kasus ini menyita perhatian publik setelah viral di media sosial, terutama karena dugaan salah diagnosis dari pihak RSUD Kajen.
Bahkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, turut angkat bicara dan memberikan teguran langsung kepada rumah sakit tersebut.
“Saya sudah tegur keras RSUD Kajen saat apel pagi,” kata Fadia.
Sementara itu, RSUD Kajen menyatakan bahwa luka gigitan pada kaki Rafa terlihat samar saat pemeriksaan awal. Mereka mengklaim telah memberi edukasi kepada keluarga terkait potensi risiko. ***
Editor : Dwi Puspitarini