KALTIMPOST.ID, Kabar menggembirakan datang bagi para guru dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan tiga “kado spesial” yang akan diberikan dalam bentuk bantuan langsung tunai.
Rencananya, pengumuman resmi akan disampaikan Rabu (6/8/2025) pukul 13.00 WIB melalui kanal YouTube resmi Kemendikdasmen.
“Dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI, Presiden memberikan kado istimewa bagi guru di seluruh Indonesia,” tulis Kemendikdasmen dalam siaran resminya, Selasa (5/8).
Ini Dia 3 Kado Spesial untuk Guru
1. Insentif untuk Guru Non-ASN
Pemerintah akan menyalurkan insentif kepada guru non-ASN, baik yang mengajar di sekolah formal maupun non-formal.
- Guru formal: Rp 2,1 juta per tahun, dicairkan sekaligus.
- Guru PAUD non-formal: Rp 2,4 juta per tahun, dijadwalkan cair Agustus–September 2025.
2. Bantuan Subsidi Upah (BSU)
BSU kembali digelontorkan, kali ini khusus untuk pendidik non-formal. Proses pengusulan penerima dilakukan melalui Dinas Pendidikan. Sebelumnya, BSU telah menyasar 565 ribu guru honorer.
3. Beasiswa S-1/D-IV untuk Guru PAUD dan SD
Bantuan afirmasi ini menyasar guru yang belum memiliki gelar sarjana atau diploma IV. Setiap penerima akan mendapatkan Rp 3 juta per semester untuk menunjang pendidikan mereka.
BSU 2025 Lanjut hingga Kuartal IV
Tak hanya kabar baik untuk guru, pemerintah juga memastikan bahwa program Bantuan Subsidi Upah (BSU) akan berlanjut hingga akhir 2025.
Hal ini diungkapkan Analis Kebijakan DJSEF Kementerian Keuangan, Riznaldi Akbar, yang menyebut efektivitas program ini menjadi alasan kuat kelanjutannya.
Baca Juga: Kemenag PPU Gelar Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis dan Penyaluran Insentif Guru Non-ASN
“BSU kemungkinan besar berlanjut di triwulan III dan IV karena terbukti efektif,” ujarnya dalam International Battery Summit 2025 di Jakarta, Rabu (6/8).
Kementerian Keuangan mencatat, hingga akhir Juni 2025, total anggaran stimulus ekonomi yang telah digelontorkan mencapai Rp 13,6 triliun.
Pemerintah memanfaatkan APBN sebagai bantalan ekonomi (shock absorber) untuk menjaga stabilitas di tengah tekanan global. (*)
Editor : Almasrifah