Dedi mengapresiasi langkah Lucky yang dinilai kreatif dan berbasis solusi alami, mengingat ular dan burung hantu memang predator alami hama tikus.
Namun, ia mengingatkan agar pemerintah daerah memastikan masyarakat mendapat penjelasan bahwa ular yang dilepas tidak berbisa.
“Terima kasih kepada Pak Lucky Hakim yang sudah berikhtiar membantu petani. Ular itu memang solusi alami, tetapi penting disampaikan ke warga bahwa ular tersebut aman,” ujarnya melalui akun Instagram @dedimulyadi71, Rabu (13/8).
Program “Ular Sahabat Tani” menuai pro dan kontra di masyarakat. Lucky meyakini, dengan pelepasan ribuan ular, populasi tikus dapat ditekan tanpa penggunaan racun kimia.
Editor : Uways Alqadrie