Kericuhan pecah saat polisi membubarkan massa yang melempar botol dan batu. Pos polisi dan rambu lalu lintas rusak, sementara sebuah motor di depan Gerbang Pancasila dibakar hingga tinggal rangka.
“Waktu apinya membesar, massa malah menyembunyikannya,” kata Sani (21), salah satu peserta aksi.
Baca Juga: Diduga Terima Suap Rp3,5 Miliar, Ketua Kadin Kaltim Donna Faroek Resmi Ditetapkan KPK Jadi Tersangka
Bentrok meluas hingga ke bawah Jembatan Pejompongan. Massa berlarian ke rel kereta dan memblokade jalur. Perjalanan KRL Serpong–Tanah Abang berhenti, penumpang turun di Palmerah lalu berjalan kaki di rel.
“Kami imbau pengguna jasa cari stasiun alternatif,” tulis PT KAI Commuter. TransJakarta pun menghentikan sejumlah rute karena jalurnya terisi banyak.
Dampak lain, lalu lintas di Jalan Gatot Subroto macet total. Polisi menutup pintu keluar tol Senayan dan bahkan menggratiskan Gerbang Tol Kuningan 2 arah Cawang sejak sore hingga malam. “Diskresi ini hanya untuk roda empat,” jelas AKBP Dhanar Dono.
Bentrokan juga memakan korban. Beberapa polisi dan massa mengalami luka terkena lemparan batu maupun sesak akibat gas air mata. Puluhan remaja yang diduga pelajar diamankan karena ikut merangsek ke barisan depan.
“Mereka ikut karena ajakan media sosial, sangat memalukan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.
Korban Luka
Sebanyak 11 orang mengalami luka-luka akibat kericuhan di depan Gedung DPR. Dari jumlah itu, 8 orang hanya mengalami luka ringan dan langsung mendapat perawatan darurat oleh tim medis kepolisian di kompleks DPR.
Sementara 3 orang lainnya—termasuk seorang pelajar dengan cedera di kepala—dirujuk ke RS TNI AL dr. Mintoharjo untuk penanganan lebih lanjut.
Jumlah yang Diamankan
Kepolisian menyebut ada sejumlah orang yang diamankan terkait aksi ricuh, termasuk di antara pelajar dan kelompok anarko. Namun jumlah pastinya belum dipublikasikan, karena pendataan masih berlangsung.
Baca Juga: Mahakam Ulu Jadi Sorotan Nasional, 14 Provinsi Alami Kenaikan Harga Pangan
Polisi juga menyebut telah memberikan jaminan kepada sejumlah orang, termasuk pelajar dan kelompok anarko. Namun, hingga kini jumlah yang ditahan belum dirinci.
Editor : Uways Alqadrie