Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Aksi Unjuk Rasa Kian Masif, Ahok: DPR dan Pemerintah Takut Diskusi Terbuka dengan Demonstran

Muhammad Aufal Fresky • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 10:25 WIB
Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

KALTIMPOST.ID, Aksi unjuk rasa di sejumlah titik hingga menyebabkan tewasnya ojek online (ojol) Affan Kurniawan setelah dilindas rantis Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) mendapatkan sorotan eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Mengutip laman Jawapos.com, ia mengungkapkan bahwa masalah tidak selesainya demonstrasi tersebut lantaran pihak DPR takut berdiskusi secara terbuka dengan para demonstran.

Padahal dengan sikap terbuka, tambah Ahok, bisa dicarikan jalan keluarnya bersama-sama dan demonstrasi tak berjalan berlarut-larut.

“Saya dulu waktu di-demo buruh pun di Balai Kota. Kenapa bisa selesai pulang? Saya terima mereka masuk dan saya dengarkan apa mau mereka dan saya carikan solusinya,” ungkap Ahok pada unggahan akun Instagramnya, pada Jumat (29/8/2025).

“Tapi yang terjadi, kita tidak mau terima mereka atau memang kita takut. Pemerintahnya takut, DPR takut. Tidak bisa menyelesaikan permintaan mereka,” jelas Ahok.

Mengenai hal itu, ia pun menegaskan bahwa pihak pemerintah pusat sekaligus DPR jangan hanya ingin memungut pajak pada masyarakat, tapi juga harus berani menerima perwakilan massa demonstran untuk berdiskusi.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan setelah dilindas rantis Brimob. Ia meminta sejumlah pihak untuk bertanggung jawab dan memberikan santunan.

“Ini sudah meninggal, keluarga juga penuh dukacita. Segera kasih bantuan santunan. Orang tuanya, adiknya, anaknya. Bila perlu kasih beasiswa semua. Kasih biaya hidup,” pungkas Ahok. (*)

Editor : Almasrifah
#Affan Kurniawan #ahok #basuki tjahaja purnama #dpr #brimob #dilindas #ojol