KALTIMPOST.ID, Kabar perombakan Kabinet Merah Putih akhirnya terjawab. Hari ini, Senin (8/9/2025), Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Moch Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama di Indonesia.
Sosok yang akrab disapa Gus Irfan ini ternyata punya cerita menarik di balik momen pelantikannya.
Sebelum namanya mencuat, Gus Irfan adalah Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) yang baru menjabat kurang dari setahun.
Jauh sebelum itu, ia adalah seorang politisi ulung dari Partai Gerindra yang berhasil lolos ke DPR RI. Namun, perjalanan karier politiknya itu harus berakhir setelah ia dilantik menjadi Kepala BP Haji.
Yang menarik, undangan untuk dilantik sebagai menteri ini datang secara tiba-tiba.
Gus Irfan mengaku dihubungi oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, hanya beberapa jam sebelum acara.
Ia diminta segera datang ke Istana dengan pakaian jas lengkap.
"Saya baru telepon jam 2 oleh Letkol Teddy datang ke istana pakai jas pakai dasi, tapi saya enggak tahu acara apa ini," ungkap Gus Irfan, polos.
Momen ini menunjukkan betapa cepatnya keputusan di tingkat tertinggi pemerintahan.
Profil Singkat Gus Irfan
Lahir di Jombang, 24 Juni 1962, Gus Irfan menghabiskan hidupnya di dunia pesantren.
Ia lama berkecimpung di Pondok Pesantren Tebuireng, peninggalan kakeknya, sebagai sekretaris umum sejak 1989.
Selain itu, ia juga aktif membina Pesantren Al-Farros serta terlibat dalam pemberdayaan ekonomi NU lewat Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU).
Jalan Gus Irfan menuju politik nasional semakin terbuka ketika ia bergabung dengan Partai Gerindra.
Pada Pemilu 2024, ia berhasil melenggang ke Senayan dengan 77.433 suara dari Jawa Timur VIII.
Namun, kursi DPR hanya diemban sebentar, karena Prabowo menugaskannya memimpin Badan Penyelenggara Haji (BP Haji).
Harta Kekayaan
Publik tak hanya menyoroti darah biru pesantren dan kiprah politik Gus Irfan, tetapi juga kekayaannya.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 29 Maret 2025, ia tercatat memiliki aset Rp 16,2 miliar.
Aset itu didominasi tanah dan bangunan di Jombang dan Surabaya senilai Rp13,2 miliar, serta kas dan setara kas Rp 2,4 miliar.
Di garasi rumahnya, terparkir Mitsubishi Pajero Sport keluaran 2021, serta dua motor lawas, Honda Vario 2010 dan Yamaha Mio 2008.
Meski jumlah kekayaannya besar, Gus Irfan dikenal hidup sederhana di pesantren.
Kombinasi latar belakang pesantren, pengalaman politik, dan kesederhanaannya itulah yang membuat penunjukannya mendapat banyak sorotan publik. ***
Editor : Dwi Puspitarini