Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Fakta Satelit Indonesia Nusantara Lima: Tiga Kegagalan, Satu Kesuksesan Bersejarah

Sandrina Elhandari • Jumat, 12 September 2025 | 15:03 WIB
Satelit Nusantara 5.
Satelit Nusantara 5.

KALTIMPOST.ID – Indonesia kembali berhasil meluncurkan salah satu satelitnya, peluncuran Satelit Nusantara Lima pada 12 September 2025. Satelit ini menjadi satelit terbesar yang mengungguli Satelit SATRIA-1 pada Juni 2023 lalu berdasarkan kapasitas data.

Namun, di balik keberhasilan bersejarah ini, tersimpan kisah perjuangan panjang yang diwarnai oleh tiga kegagalan berturut-turut.

Berikut adalah rangkuman fakta seputar Satelit Nusantara Lima yang menunjukkan betapa berharganya kesuksesan yang akhirnya diraih oleh Indonesia.

Spesifikasi dan Misi Utama Peluncuran Satelit

Satelit Nusantara Lima adalah satelit geostasioner (GEO) yang dikembangkan oleh perusahaan swasta bernama PT Pasifik Satelit Nusantara yang bekerja sama dengan produsen satelit global Thales Alenia Space milik Prancis.

Satelit ini dirancang untuk menyediakan layanan internet pita lebar (broadband) bagi seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Dengan membawa teknologi mutakhir bernama Very High Throughput Satellite (VHTS) yang membuatnya mampu menjangkau lebih banyak wilayah dengan kecepatan internet yang jauh lebih tinggi dibanding satelit konvensional.

Berbeda dengan satelit biasa yang memancarkan sinyal secara luas dan merata, teknologi VHTS membagi wilayah cakupan menjadi ratusan titik sinyal kecil yang disebut spot beam. Cara kerja ini memungkinkan satelit memfokuskan sinyal ke area tertentu secara lebih efisien.

Berbekal teknologi ini, Nusantara Lima memiliki 101 Ka-Band Spot Beam dan kapasitas bandwidth lebih dari 160 Gbps dengan cakupan sinyal yang tidak hanya terbatas pada Indonesia, tetapi juga mencakup Filipina dan Malaysia.

Kronologi Tiga Kegagalan

  1. Kegagalan Pertama (9 September 2025): Rencana peluncuran pertama terpaksa ditunda disebabkan oleh kondisi cuaca di sekitar lokasi peluncuran di Cape Canaveral, Florida.
  2. Kegagalan Kedua (10 September 2025): Rencana peluncuran kedua terhambat kembali oleh kondisi cuaca dan ditunda hanya 30 detik sebelum peluncuran.
  3. Kegagalan Ketiga (11 September 2025): Penundaan ketiga terjadi disebabkan kembali oleh kondisi cuaca spesifik karena angin kencang yang berpotensi badai, penundaan tersebut dilakukan karena terlalu berisiko bagi roket dan muatannya.

Kesuksesan di Peluncuran Keempat

Setelah tiga kali menelan pil pahit, serangkaian perbaikan masalah teknis yang ditemukan dan peningkatan prosedur pengecekan dan mitigasi risiko oleh tim.

Peluncuran keempat akhirnya membuahkan keberhasilan. Satelit mulai mengudara pada 12 September 2025 pukul 09.56 WITA di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Satelit ditempatkan di Geostastioner Transfer Orbit (GTO-GEO) tepatnya 113° Timur.

Roket Falcon 9 milik SpaceX pun berhasil mengantarkan Satelit Nusantara Lima ke orbit GSO dengan sempurna, menandai akhir dari penantian panjang.

Dampak dan Masa Depan Satelit untuk Indonesia

Kesuksesan ini tidak hanya menghapus kekhawatiran, tetapi juga membuka jalan baru bagi kemajuan digital di Indonesia. Satelit Nusantara Lima akan menjadi infrastruktur penting yang mendukung program pemerintah dalam pemerataan akses internet.

Setelah satelit ini mencapai posisi orbit dan melalui serangkaian uji coba, ia akan siap melayani jutaan masyarakat Indonesia dengan misi memperkuat konektivitas dan mendukung berbagai sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital.

Editor : Hernawati
#peluncuran satelit #satelit