KALTIMPOST.ID, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuat pengakuan mengejutkan soal pengelolaan uang negara.
Dalam sebuah video di kanal YouTube Great Institute yang dikutip Senin (15/9/2025), ia blak-blakan menyebut adanya “dosa besar” pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terkait dana ratusan triliun rupiah yang mengendap di bank.
Purbaya menjelaskan, pada Desember 2024 pemerintah masih menyimpan uang tunai di bank sebesar Rp 495 triliun di Bank Indonesia dan Rp 319 triliun di bank umum. Total lebih dari Rp 800 triliun dana itu disebutnya tidak terpakai alias “nganggur”.
“Cash itu bukan cash gratis. Itu uang dari utang. Kalau bunganya 7 persen, berarti kita bayar Rp 56 triliun untuk uang yang enggak dipakai. Itu efisien apa enggak? Saya enggak tahu,” ujarnya.
Purbaya menambahkan, dana yang tersimpan begitu saja justru membebani negara karena bunga utangnya terus berjalan.
Ia menyebut hal ini sebagai bentuk pemborosan yang jarang disorot pengamat ekonomi.
“Kalau Rocky tahu, pasti sudah dikritik habis-habisan sama dia. Untung dia enggak tahu,” kata Purbaya sambil berkelakar, merujuk pada pengamat politik Rocky Gerung yang kerap vokal mengkritisi pemerintah.
Tak hanya pemerintah, menurut Purbaya, Bank Indonesia juga ikut bersalah lewat operasi pasar terbuka yang mencapai Rp 810 triliun.
Baca Juga: Prompt AI Pemain Bola: Cara Bikin Foto Jadi Pemain MU di Old Trafford dengan Google Gemini
Imbasnya, perbankan kehilangan likuiditas karena dana tersedot untuk membeli surat utang.
Pengakuan Purbaya ini langsung mengundang komentar publik. Salah satunya datang dari akun X/@badaxxx yang menulis, “Pak Purbaya ini Rizal Ramli versi koboy, suaranya mirip banget.” ***
Editor : Dwi Puspitarini