KALTIMPOST.ID-Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri) sedang melakukan investigasi terhadap Wali Kota Prabumulih Arlan.
Pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan Arlan memberhentikan Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah.
Juru Bicara Kemendagri, Benny Irwan, menyatakan bahwa pemeriksaan sedang berlangsung dan hasilnya akan diumumkan setelah konferensi pers. Selain Arlan, Roni Ardiansyah juga turut diperiksa.
"Benar, saat ini sedang berlangsung pemeriksaan di Itjen Kemendagri," kata Benny Irwan seperti dikutip, Jumat (19/9).
Isu ini mencuat setelah video perpisahan Roni dengan para siswanya viral, dan menimbulkan spekulasi bahwa pemberhentiannya karena ia menegur anak Wali Kota.
Arlan sendiri sebelumnya juga menjadi sorotan publik setelah ia secara terbuka memperkenalkan keempat istrinya saat kampanye Pilkada 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih A Darmadi mengonfirmasi bahwa mutasi kepala sekolah memang atas permintaan Wali Kota.
Namun, ia membantah pergantian ini murni karena teguran kepada anak Arlan. Darmadi menjelaskan ada tiga alasan di balik keputusan tersebut.
Pertama, kasus viral percakapan mesum seorang guru. Kedua, penerapan kebijakan parkir berbayar yang dianggap tidak tepat.
Ketiga, larangan kendaraan masuk saat hujan deras yang menyebabkan anak Wali Kota basah kuyup.
“Menurut pimpinan, untuk anak-anak sekolah jangan dipungut uang parkir. Lalu kasus anak Wali Kota saat hujan deras tidak boleh memarkirkan kendaraan yang mengantarnya ke sekolah,” kata Darmadi.
Sementara itu, Wali Kota Prabumulih, Arlan memberikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya. Ia membantah kabar pemberhentian Roni dan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Saya sebagai Wali Kota Prabumulih mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat. Masalah berita-berita hoaks di media mengatakan bahwa Pak Roni sudah diganti dan dipindahkan ke sekolah lain, itu tidak benar,” ujarnya.
Ia menambahkan, ia hanya memberikan teguran kepada Roni terkait beberapa masalah di sekolah.
“Saya baru menegur Pak Roni karena di sekolahan itu ada masalah kasus yang membuat anak sekolah tidak betah di situ. Kasus itu sudah mencuat di media massa, maka saya sebagai Wali Kota memanggil dan menegur Pak Roni,” jelasnya.
Sedangkan Roni Ardiansyah mengungkapkan bahwa pergantian jabatannya disebabkan oleh kesalahan dalam mengambil kebijakan, namun ia tidak memberikan detail lebih lanjut. (*)
Editor : Almasrifah