Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

IKN Upayakan Sinergi Tani-Nelayan dan Pemerintah Guna Memperkuat Ketahanan Pangan di Nusantara

Nur Jayanti • Jumat, 26 September 2025 | 11:52 WIB
Ratusan peserta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengunjungi infrastruktur penting, Istana Negara (IKN).
Ratusan peserta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengunjungi infrastruktur penting, Istana Negara (IKN).

KALTIMPOST.CO, SAMARINDA - Pada minggu (21/09/2025) Otorita IKN menggelar Rembug Utama Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Ibu Kota Nusantara.

Kegiatan kali ini dilengkapi dengan berbagai kegiatan seperti penanaman pohon, penebaran benih ikan, hingga dialog terbuka.

Kesempatan ini juga dihadiri oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan komunitas tani-nelayan Nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.

Upaya Untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Nusantara

Rembug Utama Expo ini merupakan salah satu agenda yang mencerminkan komitmen nyata pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus memperkuat pembangunan Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru Indonesia, khususnya melalui sektor perikanan dan pertanian yang berkelanjutan.

Kegiatan ini diawali dengan agenda kunjungan, yaitu para peserta KTNA diajak meninjau sejumlah titik strategis, termasuk Zona E Puspantara di Desa Sukomulyo yang diproyeksikan sebagai taman buah untuk mendukung target 10 persen kawasan produksi pangan berkelanjutan di IKN.

Peserta juga menebar sepuluh ribu benih ikan papuyu, salah satu spesies endemik Kalimantan, di Embung MBH yang berfungsi menjaga keseimbangan hidrologi dan ekosistem mikro kawasan.

Ketua Umum KTNA Nasional, yaitu Yadi Sofyan Noor juga menegaskan bahwa KTNA siap berada di garis depan untuk menyokong keberlanjutan pembangunan IKN.

Terdapat sekitar 300 pengurus KTNA yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, dari tingkat nasional hingga kecamatan.

Mereka siap untuk mendukung pembangunan dan keberlanjutan IKN. Sebagai penutup, sesi dialog digelar untuk membuka ruang partisipasi dan masukan dari masyarakat, khususnya para petani.

Sektor Pertanian dan Perikanan dalam Penguatan Ketahanan Pangan Nusantara

Rencana Otorita Ikn tersebut sejalur dengan rencana Badan Pangan Nasional. Dilansir dari website resmi Badan Pangan Nasional, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi Strategi Nasional Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal, yang digelar oleh NFA di Jakarta pada Rabu (24/9?2025).

Baca Juga: Rembug Utama KTNA 2025 Tegaskan Komitmen Petani-Nelayan Dukung IKN

Dalam rapat tersebut mereka menekankan untuk pemanfaatan lahan secara optimal, khususnya lahan pekarangan, serta penguatan kelembagaan ekonomi petani, pembudidaya ikan, dan nelayan menjadi salah satu fokus utama Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA).

Badan Pangan Nasional juga mengajak Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk bersama-sama mendorong pengembangan pangan lokal melalui penguatan program, edukasi, serta promosi yang konsisten.

Optimalisasi lahan pertanian dan perikanan ini nantinya akan menjadi penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat khususnya petani, pembudidaya ikan, dan nelayan. Ini akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi kemandirian pangan nasional.

Dengan bergerak bersama, potensi pangan lokal akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga ketahanan pangan bangsa.

Pada minggu (21/09/2025) Otorita IKN menggelar Rembug Utama Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Ibu Kota Nusantara. Kegiatan kali ini dilengkapi dengan berbagai kegiatan seperti penanaman pohon, penebaran benih ikan, hingga dialog terbuka.

Kesempatan ini juga dihadiri oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan komunitas tani-nelayan Nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.

Upaya Untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Nusantara

Rembug Utama Expo ini merupakan salah satu agenda yang mencerminkan komitmen nyata pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus memperkuat pembangunan Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru Indonesia, khususnya melalui sektor perikanan dan pertanian yang berkelanjutan.

Kegiatan ini diawali dengan agenda kunjungan, yaitu para peserta KTNA diajak meninjau sejumlah titik strategis, termasuk Zona E Puspantara di Desa Sukomulyo yang diproyeksikan sebagai taman buah untuk mendukung target 10 persen kawasan produksi pangan berkelanjutan di IKN.

Peserta juga menebar sepuluh ribu benih ikan papuyu, salah satu spesies endemik Kalimantan, di Embung MBH yang berfungsi menjaga keseimbangan hidrologi dan ekosistem mikro kawasan.

Ketua Umum KTNA Nasional, yaitu Yadi Sofyan Noor juga menegaskan bahwa KTNA siap berada di garis depan untuk menyokong keberlanjutan pembangunan IKN. Terdapat sekitar 300 pengurus KTNA yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, dari tingkat nasional hingga kecamatan.

Mereka siap untuk mendukung pembangunan dan keberlanjutan IKN. Sebagai penutup, sesi dialog digelar untuk membuka ruang partisipasi dan masukan dari masyarakat, khususnya para petani.

Sektor Pertanian dan Perikanan dalam Penguatan Ketahanan Pangan Nusantara

Rencana Otorita Ikn tersebut sejalur dengan rencana Badan Pangan Nasional. Dilansir dari website resmi Badan Pangan Nasional, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi Strategi Nasional Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal, yang digelar oleh NFA di Jakarta pada Rabu (24/9?2025).

Dalam rapat tersebut mereka menekankan untuk pemanfaatan lahan secara optimal, khususnya lahan pekarangan, serta penguatan kelembagaan ekonomi petani, pembudidaya ikan, dan nelayan menjadi salah satu fokus utama Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA).

Badan Pangan Nasional juga mengajak Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk bersama-sama mendorong pengembangan pangan lokal melalui penguatan program, edukasi, serta promosi yang konsisten.

Optimalisasi lahan pertanian dan perikanan ini nantinya akan menjadi penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat khususnya petani, pembudidaya ikan, dan nelayan.

Ini akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi kemandirian pangan nasional. Dengan bergerak bersama, potensi pangan lokal akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga ketahanan pangan bangsa. (*)

Editor : Almasrifah
#ibu kota nusantara #IKN #ppu #basuki hadimuljono #ktna