Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Presiden Prabowo Hadiri Akad Massal 26.000 Rumah Subsidi di Cileungsi Bogor, Dinilai Terbesar dalam Sejarah

Muhammad Aufal Fresky • Selasa, 30 September 2025 | 11:04 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal 26.000 Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal 26.000 Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

KALTIMPOST.ID-Akad massal 26.000 Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Cileungsi, Bogor, Senin (29/9/2025) dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Presiden mengatakan bahwa jumlah akad massal tersebut mengalami meningkat jumlahnya dari sebelumnya dijanjikan sebanyak 25.000 akad massal.

"Memang Saudara Maruarar Sirait (Menteri PKP) janji 25.000 rumah pada tanggal 29 September, yaitu hari ini. Saya katakan, saya akan hadir, waktu itu saya masih ragu tanggal berapa bisa saya kembali dari acara saya di luar negeri.

Alhamdulillah keburu, saya tiba tanggal 27 sore hari. Kemudian hari ini saya penuhi undangan Saudara Maruarar. Walaupun tidak sesuai dengan janji. Janjinya 25.000 ternyata yang dihasilkan 26.000," kata Prabowo dalam sambutannya, seperti yang dilansir laman JawaPos.com (29/9).

Pada kesempatan yang sama, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho mengungkapkan, akad massal rumah subsidi merupakan yang terbesar dalam sejarah. Menurutnya, helatan akad massal ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah yang digagas Presiden.

"Akad massal ini menjadi akad massal terbesar dalam sejarah sebagai bentuk dukungan atas asta cita Bapak Presiden dalam mewujudkan program 3 Juta Rumah," kata Heru dalam sambutannya.

Apresiasi kepada Presiden Prabowo, tambah Heru, lantaran sudah meningkatkan alokasi KPR subsidi FLPP dari sebelumnya hanya 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit pada tahun 2025.

Menurutnya, penambahan kuota ini semakin memperluas kesempatan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak huni dengan harga yang terjangkau.

"Di tahun-tahun sebelumnya kami laporkan kami hanya menyalurkan rata-rata 200 sampai 250 ribu unit Pak, sehingga kenaikan tahun ini merupakan kenaikan terbesar dalam sejarah KPR subsidi FLPP," bebernya.

Lebih lanjut, dalam upaya memperluas akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah berupaya mendorong agar KPR subsidi FLPP dapat dinikmati segmen baik yang berpenghasilan tetap maupun masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap.

Adapun FLPP, ujar Heru, merupakan salah satu program pemerintah yang paling diminati oleh masyarakat. Program ini diperuntukkan utamanya dengan berbagai kemudahan fasilitas.

Seperti uang muka hanya 1%, kemudahan bunga tetap 5 persen sampai lunas, dan tenor cicilan yang panjang hingga 20 tahun. Dalam hal ini angsuran sudah termasuk program asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#Akad KPR Massal BNI Tembus 2.046 Debitur #Sekretariat Presiden #sejarah #presiden prabowo subianto #bogor #Akad KPR Rumah #cileungsi