KALTIMPOST.ID, Pemerintah daerah (pemda) didorong untuk mengambil langkah strategis efisiensi dan inovasi dalam menyikapi dinamika transfer ke daerah (TKD).
Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
“Perlu ada langkah antisipatif dan strategi yang jelas agar dinamika transfer ke daerah tidak mengganggu program pembangunan maupun pelayanan masyarakat,” ungkap Tito.
Tidak hanya itu, Tito juga mewanti-wanti jajaran Kemendagri untuk meningkatkan peran pembinaan dan pengawasan terhadap pemda.
Hal ini diperlukan agar setiap kebijakan pusat dapat terlaksana secara efektif di daerah meski di tengah pengalihan TKD.
Ia juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) agar pengalihan TKD mempertimbangkan kapasitas fiskal masing-masing daerah.
Dengan demikian, pemda tetap mampu menjalankan tugas sesuai undang-undang (UU), termasuk menyangkut pelayanan dasar.
Mengutip laman antaranews.com (30/9/2025), menurut Tito, setidaknya terdapat empat langkah yang harus diperhatikan pemda.
Pertama, melakukan efisiensi anggaran pada pos perjalanan dinas, rapat-rapat, serta pemeliharaan maupun perawatan sarana dan prasarana kantor.
Kedua, menggali potensi pendapatan baru yang tidak membebani masyarakat kecil, seperti adanya pajak alat berat, pajak restoran, dan pajak air tanah.
Pemda juga dapat menghidupkan sektor swasta melalui kemudahan berusaha dan mendorong efektivitas kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sehingga keberlanjutan fiskal daerah tetap terjaga.
Ketiga, pemda memanfaatkan program-program prioritas pemerintah pusat yang dilaksanakan di wilayah masing-masing.
Ia menambahkan, sinergi dengan agenda nasional akan memperkuat pembangunan daerah.
Keempat, ia mendorong lahirnya inovasi dan terobosan kreatif di setiap daerah.
Mengenai hal tersebut, Tito menjadikan langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) yang membuka peluang ekspor tanaman hortikultura ke Singapura sebagai contoh.
Inovasi Pemprov Kepri tersebut dianggap mampu menggerakkan perekonomian lokal sekaligus memperluas akses pasar internasional.
Lebih lanjut lagi, Tito mengatakan, daerah harus berani mencari terobosan baru yang sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.
Dengan begitu, meskipun terjadi dinamika TKD, roda pembangunan tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ujar Tito. ***
Editor : Dwi Puspitarini