Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penggunaan Etanol di BBM Tuai Sorotan Publik, Pakar: Langkah Nyata Menuju Energi Hijau

Muhammad Aufal Fresky • Senin, 13 Oktober 2025 | 15:13 WIB
Uji tera di SPBU Pertamina.
Uji tera di SPBU Pertamina.

KALTIMPOST.ID, Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yus Widjajanto menilai

Kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mendorong penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) menuai sorotan.

Salah satunya Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yus Widjajanto yang menilai hal tersebut sebagai langkah nyata menuju energi hijau dan kemandirian energi nasional. Namun, tak dipungkiri berbagai pihak juga mengkritisi kandungan etanol dalam BBM.

“Kebijakan pencampuran etanol dalam BBM ini menunjukkan Kementerian ESDM sudah berada di roadmap yang benar menuju energi hijau. Negara-negara maju sudah lama menggunakan etanol untuk menekan emisi karbon," ungkap Tri dalam diskusi bertajuk “Setahun Pemerintahan Baru, Bagaimana Kemandirian Energi Nasional?”, Minggu (12/10/2025), seperti yang dilansir laman JawaPos.com.

Selain itu, ia menyebut,  kebijakan tersebut juga membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi daerah, terutama di wilayah penghasil bahan baku bioetanol. Dengan sinergi lintas sektor, kebijakan ini dapat menciptakan efek berganda, mulai dari pengurangan impor hingga penciptaan lapangan kerja baru di tingkat lokal.

“Kalau dijalankan secara serius, program ini bisa menjadi tonggak awal kemandirian energi nasional sekaligus menumbuhkan ekonomi rakyat,” ungkap Tri.

Selaras dengan itu, Dosen Program Doktor Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung (FEB Unisba) Prof Ima Amaliah juga menilai penggunaan etanol merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada energi berkelanjutan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam poin kedua Asta Cita.

“Saya sangat mengapresiasi langkah pemerintah saat ini. Ini bukan hanya soal teknologi energi, tetapi soal visi jangka panjang. Kalau bisa konsisten, Indonesia akan benar-benar mandiri,” tutur Ima.

Ima berpandangan, program energi hijau seperti etanol menjadi momentum penting untuk memperbaiki ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, yang saat ini mencapai hampir separuh dari kebutuhan nasional. Menurutnya, substitusi impor harus menjadi strategi utama dalam memperkuat struktur ekonomi energi dalam negeri.

“Kita harus memproduksi sendiri. Jangan sampai ekspor minyak mentah murah tapi impor BBM mahal. Inisiatif seperti etanol justru membantu memperkuat kemandirian energi nasional,” tegasnya.

Editor : Hernawati
#etanol di BBM #etanol #bahlil lahadalia