Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

WA Lapor Pak Purbaya Meledak! Pengusaha Curhat Diperlakukan seperti ‘Tersangka’ oleh Bea Cukai

Dwi Puspitarini • Jumat, 17 Oktober 2025 | 17:14 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

KALTIMPOST.ID, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tak bisa menyembunyikan kekagetannya saat membaca berbagai keluhan warga yang masuk ke hotline “Lapor Pak Purbaya”.

Melalui saluran pengaduan via WhatsApp 0822-4040-6600 itu ternyata dipenuhi laporan tentang oknum Bea Cukai.

Salah satu aduan yang dibacakan Purbaya terdengar begitu sepele, tapi justru menyentil.

“Ada laporan pegawai Bea Cukai berseragam lengkap nongkrong di Starbucks seharian,” ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025).

Namun yang paling membuatnya geram justru datang dari seorang pengusaha yang mengaku diperlakukan tak adil oleh oknum Bea Cukai.

“Saya pengusaha yang sudah impor bertahun-tahun. Tapi dua tahun belakangan, Bea Cukai sangat meresahkan. Pemeriksaan bisa sampai 34 hari! Saya juga terus kena denda tanpa alasan jelas,” ucap Purbaya saat membacakan aduan itu.

Pengusaha itu bahkan menyebut, dirinya memilih tidak mengajukan banding agar barangnya bisa cepat keluar.

“Kalau banding, percuma. Nggak bakal selesai,” kata pengadu yang dibacakan Purbaya.

Baca Juga: Kualitas Pelayanan di Polresta Balikpapan Diaudit, Kendaraan Dinas Dikumpulkan

Mendengar curhatan tersebut, Purbaya langsung menatap eks Dirjen Bea Cukai yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Heru Pambudi, dan berkata tegas:

“Ini namanya diktator! Kan lu juga orang Bea Cukai, coba jelasin, ini murid lu semua kenapa bisa begini?” Heru menanggapi dengan janji untuk mengecek laporan itu secara langsung.

“Nanti PIB-nya kita cek. SOP-nya mestinya nggak selama ini, akan kita evaluasi,” jawab Heru.

Purbaya mengakui, mayoritas laporan yang masuk hari itu memang soal Bea Cukai. Dengan nada bercanda, ia menuding tim penyortir laporan di belakangnya berasal dari Ditjen Pajak.

“Yang nyortir pasti orang pajak. Karena yang diadu cuma dua: Bea Cukai dan pajak. Tapi kok Bea Cukai semua? Apa orang pajak suci? Rasanya nggak!” ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga: Ini Data Tiga Negara Yang Dominasi PMA Kaltim, Dari Terbesar hingga Terbanyak Proyek

Lewat platform “Lapor Pak Purbaya”, Purbaya berharap bisa melihat langsung kinerja anak buahnya di lapangan tanpa perantara.

Ia juga menegaskan, tidak akan membiarkan aparat pajak maupun Bea Cukai mengakses grup pengaduan itu.

“WA Group itu nggak boleh ada orang Bea Cukai atau Pajak. Kalau bocor, selesai! Nanti nggak ada yang berani lapor lagi,” tegasnya.

Langkah berani Purbaya ini menunjukkan keseriusannya memberantas praktik-praktik tidak profesional di lingkungan Kemenkeu.

Hotline WhatsApp itu kini jadi wadah warga untuk bersuara langsung ke Menkeu, tanpa rasa takut dan tanpa perantara.***

Editor : Dwi Puspitarini
#keluhan pengusaha #Purbaya Yudhi Sadewa #Lapor Pak Purbaya #bea cukai #kemenkeu