Kejadian bermula ketika Dian Mieke, warga setempat, memarkir motornya di depan rumah usai menjemput anak dari sekolah. Tak lama berselang, ia mendengar suara mesin menyala. Saat keluar rumah, motornya sudah melaju dibawa orang tak dikenal.
“Aku spontan teriak maling sambil ngejar,” kata Dian kepada wartawan, Kamis sore.
Teriakan Dian menarik perhatian warga sekitar. Puluhan orang ikut mengejar pelaku hingga berhasil menangkapnya tak jauh dari lokasi. Emosi warga yang memuncak membuat pelaku diikat di tiang listrik dengan tali agar tak kabur.
Namun situasi berubah ketika tiba-tiba muncul kobaran api. Menurut kesaksian warga, api itu tak sengaja muncul saat petugas hendak memotong tali menggunakan korek api. “Enggak ada yang sengaja bakar, tapi mungkin kesambar bensin,” ujar Dian.
Api sempat membesar sebelum berhasil dipadamkan warga. Pelaku kemudian berusaha kabur dengan melepas pakaiannya, tapi segera diamankan kembali.
Kapolsek Gubeng Kompol Eko Sudarmanto membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan petugas datang ke lokasi setelah menerima laporan warga soal pencuri motor yang ditangkap massa.
“Waktu kami datang, pelaku memang sudah terbakar. Kami langsung padamkan api dan bawa ke rumah sakit,” kata Eko.
Menurut Eko, luka bakar yang dialami pelaku mencapai sekitar 60 persen di bagian depan tubuh.
Dari hasil penyelidikan awal, pria itu diketahui merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor yang pernah beraksi di Surabaya dan Sidoarjo. Polisi masih menelusuri apakah ada rekan pelaku lain yang melarikan diri.
Dian mengaku kejadian pencurian bukan hal baru di lingkungannya. “Beberapa waktu lalu motor suamiku juga sempat dicongkel. Mungkin rumahku sudah diincar lama,” katanya.
Ia berharap polisi meningkatkan patroli di kawasan permukimannya yang belakangan sering jadi sasaran pencuri.
Editor : Uways Alqadrie