KALTIMPOST.ID, JAKARTA -Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, mengunjungi para pelajar korban ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara yang sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Atas nama pemerintah, Gus Ipul memastikan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) akan menyalurkan tiga bentuk bantuan utama kepada para korban. Dalam siaran pers yang dikutip pada Minggu (9/11), Gus Ipul menjelaskan komitmen bantuan yang segera diberikan.
Baca Juga: Gawat! 52 Persen Pegawai IKN Usia di Bawah 30 Tahun Terdiagnosis Hipertensi
Pertama, perlindungan dan jaminan sosial. Bantuan ini mencakup penjaminan seluruh biaya terkait pengobatan dan perawatan. “Perlindungan dan jaminan sosialnya, maka termasuk dari soal biaya, pengobatan, segala macam, pasti ini akan ditanggung oleh pemerintah,” ujar Gus Ipul.
Kedua, rehabilitasi medis dan sosial. Kemensos akan menyediakan dukungan rehabilitasi baik dari aspek medis maupun sosial untuk pemulihan korban.
Ketiga, asesmen dan pemberdayaan yaitu akan dilakukan penilaian mendalam (asesmen) terhadap para korban untuk menentukan dan menyalurkan bantuan pemberdayaan yang paling dibutuhkan.
Baca Juga: Kakak Korban Kencan SMAN 72 Ambil Barang, Ungkap Kondisi dan Keterangan Bom
Orang tuanya akan kita ajak berdialog, kemudian siswa-siswanya juga akan kita ajak bicara, kebutuhan apa yang paling mendesak dan paling dibutuhkan,” jelas Mensos.
Kondisi dan Komunikasi Korban
Saat kunjungannya, Gus Ipul berdialog dengan para pelajar korban dan orang tua mereka, mendengarkan cerita tentang kejadian ledakan yang terjadi ketika salat Jumat tengah berlangsung di masjid sekolah.
“Kami berdialog dengan para orangtuanya, kami berdialog juga dengan pasien-pasiennya, dan Alhamdulillah ya, kami bisa mendengarkan apa yang mereka ceritakan dengan baik dan mereka optimis untuk bisa segera sehat karena mendapatkan penanganan yang baik,” ungkapnya.
Baca Juga: Update Dikenakan SMAN 72, 29 Korban Masih Dirawat, Polisi Temukan Bukti Serbuk Pemicu
Meski komunikasi sudah terjalin, Gus Ipul menyampaikan bahwa para korban belum dapat menceritakan detail peristiwa secara lengkap karena kondisi fisik dan mental mereka masih belum sepenuhnya stabil.
Saat ini, total 15 pelajar masih dirawat di Rumah Sakit Yarsi. Satu korban dilaporkan mengalami luka berat dan berada di ruang ICU, sementara 14 korban lainnya dirawat di ruang biasa. (*)
Editor : Uways Alqadrie