Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Polisi Telusuri Jejak Digital Pelaku Ledakan SMAN 72, Laptop Jadi Bukti Kunci

Thomas Dwi Priyandoko • Rabu, 12 November 2025 | 12:50 WIB
Polisi ungkap hasil penyelidikan ledakan SMAN 72 Jakarta. (Instagram/sma72jakarta)
Polisi ungkap hasil penyelidikan ledakan SMAN 72 Jakarta. (Instagram/sma72jakarta)

KALTIMPOST, ID, JAKARTA – Polda Metro Jaya masih menelusuri jejak digital siswa berinisial F yang menjadi pelaku dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.

Penyelidikan difokuskan pada situs dan konten daring yang pernah diakses pelaku sebelum merakit bom.

Direktur Siber Polda Metro Jaya, Kombes Pol Roberto GM Pasaribu, menyebutkan bahwa seluruh aktivitas internet pelaku tengah dianalisis secara mendalam oleh tim forensik digital.

“Semua situs, platform, dan media daring yang diikuti anak berkonflik dengan hukum (ABH) ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (12/11).

Dalam pengembangan kasus, penyidik juga menemukan laptop yang sebelumnya tidak berada di tangan pelaku. Perangkat itu kini menjadi salah satu bukti utama yang diperiksa.

“Laptop tersebut sudah kami serahkan ke Direktorat Siber pada Minggu lalu untuk diperiksa isi dan riwayat aktivitasnya,” kata Roberto.

Hasil pemeriksaan nantinya akan mengungkap laman, konten, dan grup daring yang pernah dikunjungi pelaku sebelum melakukan aksi berbahaya tersebut.

“Dari situ akan terlihat apa saja yang dipelajari, diakses, maupun dibagikan oleh pelaku selama beberapa bulan terakhir,” imbuhnya.

Polisi juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Direktorat Pengawasan Ruang Siber untuk menutup akses ke situs-situs yang diduga berisi panduan pembuatan bahan peledak. Langkah ini diambil guna mencegah penyebaran konten berbahaya serupa di kalangan pelajar.

Sebelumnya, hasil penyelidikan psikologis menunjukkan bahwa pelaku merupakan remaja yang mengalami tekanan batin cukup berat. Ia disebut merasa kesepian dan menyimpan dendam terhadap lingkungan sekitar sejak awal tahun 2025.

Juru bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa pelaku mulai aktif mencari informasi tentang kekerasan dan kematian di dunia maya.

“Pelaku kemudian terhubung dengan komunitas yang mengagungkan kekerasan di media sosial. Di sana, tindakan brutal justru dianggap heroik dan mendapat pujian. Itu yang menjadi faktor pemicu,” ungkapnya.

Polisi kini berfokus tidak hanya pada pengungkapan motif dan jaringan daring pelaku, tetapi juga upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang di lingkungan pendidikan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#jakarta #Densus 88 Anntiteror #direktorat siber #Ledakan SMAN 72 Jakarta #polda metro jaya