Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Disindir Yapping, Ferry Irwandi Kumpulkan Donasi Rp10 M untuk Korban Banjir Sumatera, Dapat Dukungan Anak Purbaya

Uways Alqadrie • Rabu, 3 Desember 2025 | 14:31 WIB

Ferry Irwandi
Ferry Irwandi
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Perdebatan soal penanganan banjir besar di Sumatera memasuki babak baru setelah komentar seorang TikToker memantik respon publik. 

Influencer Ferry Irwandi, pendiri Malaka Project yang sering terlibat dalam aksi solidaritas sosial, awalnya menganalisis mengapa pemerintah belum mengumumkan bencana tersebut sebagai bencana nasional. 

Pertanyaan itu kemudian dibalas TikToker Silvia Tjan dengan menyebut Ferry hanya “yapping”—istilah yang jamak digunakan di media sosial untuk menuding seseorang terlalu banyak bicara tanpa tindakan berarti.

Baca Juga: Jejak Buron 2 Ton Sabu Berakhir di Kamboja: Ini Kronologi Penangkapan Dewi Astutik

Silvia menyampaikan argumennya bahwa pemerintah daerah dinilai masih mampu menangani situasi sehingga pelabelan bencana nasional dianggap belum diperlukan. 

Nada sindiran itu sontak menarik perhatian warganet, terutama karena banjir dan longsor di Sumatera telah menyebabkan korban jiwa dan merusak puluhan organisasi.

Alih-alih merespons balik dengan pernyataan panjang, Ferry memilih membuka penggalangan dana publik melalui Kitabisa. Hanya dalam beberapa jam, halaman donasinya mulai terisi dukungan. 

Pada hari pertama, angka partisipasi terus bergerak hingga akhirnya menembus Rp10,3 miliar. Jumlah itu terkumpul kurang dari 24 jam, dan menjadi salah satu penggalangan dana tercepat yang pernah ia pimpin.

Aksi solidaritas tersebut mendapat dukungan tak terduga dari Yudo Achilles Sadewa, putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Yudo mengunggah tangkapan layar jumlah donasi Ferry sambil menyindir balik narasi “yapping” yang sebelumnya dilontarkan Silvia. “Kemarin ada yang bilang cuma ribut, sekarang sudah kumpul lebih dari sepuluh miliar,” tulis Yudo dalam unggahannya.

Perang komentar di media sosial tak terhindarkan. Sebagian besar warganet menilai pertanyaan Ferry wajar dilontarkan karena situasi di lapangan semakin memburuk.

Baca Juga: Kalapas Enemawira Kepulauan Sangihe Di mengaktifkan Gara-gara Paksa Tahanan Muslim Santap Daging Anjing

Ssementara sebagian lainnya mendukung pernyataan Silvia yang menegaskan bahwa penetapan status bencana nasional bukan sekadar desakan publik, melainkan perhitungan kapasitas pemerintah daerah.

Di tengah riuh memastikan hal itu, penggalangan dana Ferry telah ditutup dan segera disalurkan untuk kebutuhan mendesak warga yang terdampak. 

Ia menyebutkan bantuan akan dikhususkan untuk wilayah yang mengalami kerusakan paling parah, termasuk daerah yang terlindungi akibat terputusnya akses jalan.

“Proses distribusi akan kami laporkan secara transparan sebagaimana biasanya,” kata Ferry. Ia menambahkan bahwa seluruh bantuan akan diberikan dalam bentuk kebutuhan pokok, darurat logistik, serta dukungan bagi keluarga korban.

Baca Juga: Santunan Rp15 Juta untuk Korban Meninggal, BNPB Update Korban Banjir Sumatra: 712 Meninggal, 507 Dinyatakan Hilang

Seiring naiknya ketegangan yang terjadi, suara warganet justru terpecah menjadi dua kubu: yang mempermasalahkan narasi, dan yang lebih memilih fokus pada kerja nyata. 

Di luar itu, angka donasi yang terkumpul menunjukkan bahwa solidaritas publik masih menjadi kekuatan utama ketika bencana datang lebih cepat dari kebijakan.

 

Editor : Uways Alqadrie
#ferry irwandi #banjir bandang Sumatera Barat #banjir bandang Sumatera Utara #Silvia Tjan #Yudo Achilles Sadewa