KALTIMPOST.ID, Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Indonesia. Setelah lama menjadi sosok ikonik lewat perannya sebagai Kang Mus dalam serial Preman Pensiun, aktor senior Epy Kusnandar akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Rabu, 3 Desember 2025 pukul 14.24 WIB. Kepergiannya diumumkan langsung oleh sang istri, Karina Ranau, melalui unggahan media sosial yang sontak memicu gelombang duka dari publik dan sesama pekerja seni.
Epy dikenal bukan hanya sebagai aktor watak, tetapi juga sebagai figur yang ramah, sederhana, dan sangat dekat dengan lingkungan kerja. Kariernya dimulai dari panggung teater, lalu merambah dunia film dan sinetron hingga namanya melejit sebagai pemeran utama Preman Pensiun. Perannya sebagai Muslihat atau Kang Mus begitu kuat, hingga tak sedikit masyarakat yang lebih mengenal dirinya lewat karakter tersebut dibanding nama aslinya.
Baca Juga: Epy Kusnandar Dimakamkan, Isak Tangis Keluarga Pecah di TPU Jeruk Purut
Sebelum tutup usia, Epy pernah berjuang dari sakit tumor otak pada tahun 2011. Ia sempat pulih dan kembali beraktivitas di dunia seni hingga akhirnya berpulang di umur 61 tahun. Jenazahnya disemayamkan di Harmony Residence 88, Jagakarsa, Jakarta Selatan dan dimakamkan keesokan harinya di TPU Jeruk Purut.
Namun, meninggalnya Epy bukan satu-satunya duka yang menyelimuti keluarga besar Preman Pensiun. Dengan wafatnya sang pemeran Kang Mus, deretan pemain serial tersebut yang telah berpulang kini bertambah panjang. Setidaknya ada tujuh aktor yang pernah tampil dalam sinetron tersebut dan kini telah pergi mendahului.
Nama-nama itu termasuk:
-
Nandi Juliawan (Encuy) – meninggal 6 September 2025 di usia muda, 32 tahun.
-
Muhammad Jamasari (Kang Gobang) – wafat 7 Februari 2025, usia 56 tahun.
-
Firmansyah Pitra (Kang Pipit) – meninggal 29 Januari 2021 karena penyakit jantung.
-
Andi Agus (Mang Idin) – berpulang 15 Desember 2020.
-
Didi Petet (Kang Bahar) – meninggal 15 Mei 2015 akibat komplikasi lambung, usia 58 tahun.
-
Roy Chunonk (Maman Suherman) – wafat pada 28 Oktober 2014 di Tasikmalaya.
Nama-nama tersebut pernah hadir dalam memori penonton sebagai bagian dari cerita ikonik dunia preman Bandung yang berusaha berubah menjadi masyarakat yang lebih baik setelah pensiun dari dunia gelap.
Kini, setelah kepergian Epy Kusnandar, publik merasakan nostalgia sekaligus kehilangan mendalam. Banyak yang menyebut serial Preman Pensiun bukan sekadar tontonan, melainkan karya yang membekas karena para pemainnya tampil jujur, realistis, dan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.
Gelombang doa, komentar duka, dan kenangan yang dibagikan masyarakat di media sosial menjadi bukti betapa karya serta pribadi Epy Kusnandar dan para mendiang pemain lain telah meninggalkan jejak yang sulit digantikan.
Editor : Ilmidza