Ali tewas setelah dikepung warga pada Rabu pagi, 3 Desember, sebelum jasadnya diseret keliling kampung dan videonya beredar luas di media sosial.
Pagi itu, warga yang sejak lama resah mengaku melihat Ali kembali berkeliaran. Seorang warga, Enal, menyebut peristiwa itu bermula dari laporan pencurian di rumah seorang warga bernama Dg Suriani.
Menurutnya, Ali kerap muncul pada malam hari dan disebut memasuki rumah-rumah warga tanpa izin. Ketika akhirnya tertangkap, ia diikat dan dibawa ke perbatasan dua desa—lokasi yang kemudian menjadi tempat massa menghakiminya.
Setelah dinyatakan tak bernyawa, tubuh Ali diikat dan diseret menggunakan sepeda motor mengelilingi permukiman. Aparat Polres Gowa menyebut tengah menuju lokasi ketika video penyeretan mulai tersebar.
“Kami segera merapat ke TKP,” kata Kanit Resmob Polres Gowa Ipda Muhammad Alfian. Polisi kini memeriksa saksi dan menelusuri jejak pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian serta tindakan main hakim sendiri tersebut.
Editor : Uways Alqadrie