Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ancaman Cuaca Ekstrem dari Laut Filipina! BMKG Ungkap 2 Wilayah Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Dwi Puspitarini • Sabtu, 6 Desember 2025 | 11:29 WIB

 

Ilustrasi hujan ekstrem.
Ilustrasi hujan ekstrem.

KALTIMPOST.ID, Fenomena cuaca dari arah Laut Filipina mulai menyita perhatian publik setelah BMKG mengonfirmasi kemunculan Bibit Siklon Tropis 93W.

Meski peluangnya berkembang menjadi siklon masih rendah, dampak tidak langsung dari sistem ini sudah terasa di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Sulawesi Utara yang diprediksi diguyur hujan sangat lebat.

BMKG menyampaikan bahwa bibit ini terpantau sejak 28 November 2025 pukul 19.00 WIB.

Fenomena tersebut muncul di area yang jarang terpantau masyarakat awam—wilayah Samudera Pasifik Utara, tepat di timur laut Papua.

“Bibit Siklon Tropis 93W terbentuk pada 28 November 2025 pukul 19.00 WIB di wilayah Samudera Pasifik Utara (timur laut Pulau Papua),” kata BMKG, Sabtu (6/12/2025).

 Baca Juga: Misteri di Balik Izin Umrah, Bupati Aceh Selatan Gagal Fokus Saat Bencana, Hartanya Rp 25 Miliar!

Dalam laporan yang sama, BMKG menjelaskan bahwa posisi bibit tersebut berada di sekitar 12° LU dan 125,9° BT, sedikit di luar area pemantauan TCWC Jakarta. Namun, sistem ini bergerak cukup dekat dengan wilayah Indonesia bagian utara.

“Di Laut Filipina sebelah utara Sulawesi Utara di Area of Monitoring (AoM) TVWC Jakarta,” ujar BMKG.

Meski belum masuk kategori mengkhawatirkan, sifatnya tetap perlu dicermati. Angin maksimum bibit ini mencapai 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1.004 hPa.

“Prediksi, potensi Bibit Siklon Tropis 93W untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori peluang rendah,” lanjut BMKG.

 Baca Juga: Satgas Gagalkan Penyelundupan Mineral Nikel di Bandara Khusus IWIP Halmahera Tengah

Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Efek tidak langsung dari sistem cuaca ini sudah mulai muncul dan diperkirakan berlangsung hingga Minggu (7/12) pukul 07.00 WIB. Berikut daerah yang mengalami dampak paling nyata:

  1. Hujan sangat lebat – Sulawesi Utara

Wilayah ini menjadi yang paling terdampak. BMKG memperingatkan potensi hujan intensitas lebat hingga sangat lebat, yang bisa memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

  1. Hujan sedang hingga lebat – Kalimantan Utara

Sifatnya tidak setinggi Sulut, namun cukup signifikan untuk memengaruhi aktivitas masyarakat.

  1. Gelombang tinggi hingga 2,5 meter

Sejumlah perairan berpotensi terdampak:

Ketinggian ini masuk kategori moderate sea, namun cukup untuk membuat aktivitas pelayaran terganggu, terutama kapal-kapal kecil dan nelayan tradisional.

Fenomena bibit siklon seperti 93W ini sebenarnya seperti “sinyal awal” bahwa cuaca dapat berubah cepat.

Walau tidak selalu berkembang menjadi badai besar, efek pinggirannya—seperti hujan ekstrem dan gelombang tinggi—sering menjadi yang paling dirasakan.

BMKG mendorong masyarakat untuk memperhatikan informasi terbaru karena perubahan intensitas bibit siklon bisa terjadi sewaktu-waktu.

Upaya preventif seperti menghindari perjalanan laut, menunda aktivitas di area rawan longsor, serta menjaga barang-barang penting dari risiko banjir, menjadi langkah sederhana namun krusial. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Laut Filipina #cuaca ekstrem #kalimantan utara #Bibit Siklon 93W #sulawesi utara #bmkg