Dalam sejumlah unggahan, Rocky tampak dengan luka di bagian mata dan kepala, seolah mengalami insiden serius.
Namun setelah ditelusuri, gambar tersebut ternyata bukan peristiwa nyata, melainkan bagian dari modus penipuan digital.
Temuan itu diungkap seorang praktisi teknologi informasi asal Makassar, Hamka, yang menelusuri jejak digital gambar tersebut. Dalam rekaman video yang dikirimkan kepada Fajar, ia menunjukkan bahwa foto itu dihubungkan dengan iklan berbayar mencurigakan yang muncul di hasil pencarian Google.
Para pelaku diduga memanfaatkan wajah tokoh publik untuk memancing pengguna mengklik tautan berbahaya.
Hamka mendapati bahwa iklan tersebut bertanda “bersponsor”, namun justru mengarahkan pengguna ke halaman yang menyaru sebagai portal berita profesional.
Ketika ditelusuri lebih jauh, tautan itu membawa ke domain asing dengan tampilan menyerupai situs berita Detik—lengkap dengan menu dan elemen visual yang dibuat sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan.
Kecurigaan semakin menguat ketika setiap menu di situs tiruan itu justru mengalihkan pengguna ke halaman pendaftaran sebuah platform bernama Okrithen Core 8.5.
Menurut Hamka, pola tersebut menunjukkan ciri klasik penipuan online yang bermodus promosi berita palsu, memanfaatkan nama besar Rocky Gerung sebagai umpan.
Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tautan mencurigakan, terutama yang muncul dari iklan bersponsor di mesin pencarian. “Pelaku sekarang memanfaatkan semua celah, termasuk tampilan media yang dibuat sangat mirip dengan situs resmi,” ujarnya.
Editor : Uways Alqadrie