Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rumah Politikus PKS di Cilegon Dirampok: Pembunuh Benar-benar Sadis! Bocah 9 Tahun Dihabisi dengan 22 Luka

Uways Alqadrie • Rabu, 17 Desember 2025 | 17:03 WIB
Rumah mewah di Cilegon tempat tinggal bocah 9 tahun yang tewas dibunuh. Pelaku masih dalam pengejaran kepolisian
Rumah mewah di Cilegon tempat tinggal bocah 9 tahun yang tewas dibunuh. Pelaku masih dalam pengejaran kepolisian

KALTIMPOST.ID, Cilegon — Seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun, berinisial MAHM, ditemukan tewas dengan puluhan luka di tubuhnya di rumah keluarganya di kawasan Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten, Selasa, 16 Desember 2025. 

Korban yang merupakan siswa kelas IV sekolah dasar itu diduga meninggal akibat kekerasan menggunakan benda tajam.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan total 22 luka di sekujur tubuhnya. Dari jumlah tersebut, 19 luka diduga akibat kekerasan benda tajam, sementara tiga luka lainnya diduga berasal dari benturan benda tumpul. 

Polisi menyebut sejumlah luka berada di bagian vital, termasuk di bagian leher dan dada, yang berpotensi menyebabkan kematian dalam waktu singkat.

Kepala Seksi Humas Polres Cilegon Ajun Komisaris Polisi Sigit Dermawan mengatakan, temuan tersebut masih berdasarkan pengamatan luar dan pemeriksaan awal di lokasi kejadian. 

Hingga kini, kepolisian belum menemukan barang bukti senjata yang digunakan pelaku. 

Polisi juga masih menunggu hasil visum dari tim kedokteran forensik untuk memastikan penyebab kematian serta karakter luka secara detail.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.20 WIB. Saat kejadian, ayah korban, Haji Maman Suherman, tidak berada di rumah. Ia tengah berada di tempat kerjanya di wilayah Ciwandan, Kota Cilegon. 

Rumah tempat kejadian merupakan bangunan mewah berwarna putih milik Maman, yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus tokoh politik lokal. 

Ia tercatat sebagai Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon dan pernah menjabat Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) setempat.

Informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima Maman melalui sambungan telepon darurat dari anak keduanya, berinisial D, yang berada di rumah bersama korban. 

Dalam sambungan telepon itu, D berteriak meminta pertolongan setelah menemukan MAHM dalam kondisi terluka parah.

Setelah menerima kabar tersebut, Maman segera meninggalkan tempat kerjanya menuju rumah. 

Jarak antara kawasan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, dengan wilayah Kecamatan Ciwandan sekitar 10 kilometer, atau dapat ditempuh dalam waktu sekitar 22 menit menggunakan kendaraan.

Setibanya di rumah, Maman mendapati anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar. Korban kemudian dibawa menggunakan kendaraan pribadi ke RS Bethsaida Kota Cilegon untuk mendapatkan pertolongan medis. 

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan awal medis menyebutkan korban mengalami sedikitnya 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya. Perbedaan jumlah luka antara temuan awal kepolisian dan hasil medis masih akan dipastikan melalui visum forensik.

Pihak keluarga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian sekitar pukul 15.00 WIB. 

Dua puluh menit kemudian, atau sekitar pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan awal dari para saksi.

Hingga kini, Polres Cilegon memastikan kasus dugaan pembunuhan terhadap anak tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif. Polisi belum mengungkap motif maupun pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Editor : Uways Alqadrie
#polda banten #polres cilegon #Perampokan di Cilegon #cilegon #Anak politikus PKS dibunuh