Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Diduga Bermotif Harta, Mahasiswi UMM Faradila Amalia Najwa Tewas Dibunuh Bripka AS

Uways Alqadrie • Jumat, 19 Desember 2025 | 07:44 WIB
Bripka AS dan Faradila Amalia Najwa
Bripka AS dan Faradila Amalia Najwa

KALTIMPOST.ID, MALANG - Faradila Amalia Najwa, mahasiswi semester tiga Universitas Muhammadiyah Malang, ditemukan tewas di dasar sungai kering di tepi Jalan Raya Malang–Pasuruan, tepatnya di depan pabrik PT Satoria, Selasa, 16 Desember 2025. 

Tubuh perempuan 21 tahun itu ditemukan dalam kondisi telentang, dengan lutut tertekuk dan pakaian masih lengkap.

Saat ditemukan, Faradila mengenakan jaket hoodie, celana panjang, serta helm berwarna merah muda yang masih menempel di kepalanya. Lokasi penemuan berada di aliran sungai kecil di pinggir jalan utama, kawasan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Belakangan, polisi menyimpulkan kematian Faradila bukan kecelakaan. Ia diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh kakak iparnya sendiri, seorang anggota kepolisian berinisial Bripka AS. 

Perempuan 21 tahun itu dikenal pendiam, tetapi tegas. Kerabat menyebut FAN berani menyampaikan pendapat dan kerap menjadi tempat bergantung dalam persoalan ekonomi keluarga. 

Karakter inilah yang belakangan disebut beririsan dengan dugaan motif pembunuhan: penguasaan ha

Terduga pelaku merupakan anggota Polsek Krucil, Polres Probolinggo, dan telah diamankan di Polda Jawa Timur sejak hari jasad korban ditemukan.

Faradila berasal dari Desa Tiris, Kabupaten Probolinggo. Ia adalah anak bungsu dari pasangan Ramlan dan Siti. Korban memiliki dua kakak, salah satunya Husna—istri dari Bripka AS. Menurut keterangan keluarga, hubungan Faradila dengan kakak iparnya tidak berjalan harmonis sejak lama.

Ayah korban, Ramlan, mengatakan komunikasi terakhir dengan Faradila terjadi tiga hari sebelum kematiannya. “Tanggal 14 Desember dia menelepon minta diisikan token listrik karena sedang di Malang,” kata Ramlan, Rabu, 17 Desember 2025.

Rekaman kamera pengawas di rumah kos korban memperlihatkan Faradila dijemput oleh seorang pengemudi ojek daring sebelum dinyatakan hilang. Keluarga baru mengetahui Faradila meninggal dunia setelah dihubungi polisi. Identitas korban dipastikan melalui pemeriksaan sidik jari.

Jenazah Faradila kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Watukosek, Sidoarjo. Ramlan mengaku terkejut saat mengetahui anak bungsunya meninggal dalam kondisi tidak wajar. “Sepeda motor dan helmnya masih ada di kos,” ujarnya.

Motif Pembunuhan Penguasaan Harta

Keluarga menduga motif pembunuhan berkaitan dengan penguasaan harta. Sejumlah barang milik Faradila, termasuk telepon genggam dan dompet berisi kartu ATM, tidak ditemukan saat jasadnya ditemukan. “ATM sudah kami blokir,” kata Ramlan.

Hingga kini, penyidik Polda Jawa Timur masih mendalami peran terduga pelaku serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Jules Abraham Abast mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang sah. 

Bukti tersebut berasal dari keterangan saksi, petunjuk, serta barang bukti yang ditemukan selama penyelidikan.

Polisi telah memeriksa enam saksi serta menyita sejumlah barang bukti, termasuk dua telepon genggam milik korban, kendaraan yang digunakan pelaku, dan pakaian terkait peristiwa tersebut. 

Penyidik masih memburu kemungkinan pelaku lain dan belum mengungkap motif pembunuhan. Selain proses pidana, Polda Jawa Timur memastikan Bripka AS juga akan menjalani pemeriksaan etik sebagai anggota Polri.

Editor : Uways Alqadrie
#polres malang #universitas muhammadiyah malang (umm) #Bripka AS #Faradila Amalia Najwa #polda jawa timur #umm #polres probolinggo