Tepat pada detik-detik pergantian tahun baru, sebuah bar mewah dan paling populer di Swiss, Crans Montana, terbakar hebat hingga menewaskan puluhan korban dan ratusan pengunjung terluka serius.
Kronologi kebakaran di Swiss ini bermula sekitar pukul 01.30 waktu setempat, Kamis (1/1/2026), di Bar Le Constellation.
Ketika itu, bar yang berada di Pegunungan Alpen tersebut dipadati lebih dari 100 pengunjung yang tengah merayakan malam tahun baru.
Dilansir dari berbagai sumber media, sejumlah saksi mata melaporkan munculnya asap sebelum terdengar ledakan keras, disusul kobaran api yang dengan cepat menyebar ke seluruh ruangan.
Kepolisian Swiss menyatakan operasi penyelamatan langsung dilakukan setelah laporan diterima. Sedikitnya 10 helikopter, 40 ambulans, serta sekitar 150 petugas darurat dikerahkan ke lokasi.
Banyak korban ditemukan mengalami luka bakar serius, sementara sebagian lainnya terjebak di dalam bangunan akibat cepatnya penyebaran api.
Jumlah Korban Kebakaran di Swiss
Komandan polisi setempat awalnya mencatat sekitar 40 korban meninggal dunia dan 115 orang luka-luka.
Namun, dalam pembaruan terbaru, Duta Besar Italia untuk Swiss, Gian Lorenzo Cornado, menyebut update korban kebakaran Swiss meningkat menjadi 47 orang tewas. Sejumlah korban diketahui merupakan wisatawan asing yang tengah berlibur di kawasan tersebut.
Penyebab Kebakaran di Swiss
Beberapa saksi menduga kebakaran dipicu oleh kembang api yang diletakkan di atas botol-botol sampanye sebagai bagian dari perayaan.
Diduga, percikan api terlalu dekat dengan langit-langit bangunan sehingga memicu kebakaran. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil investigasi resmi.
Hingga kini, penyebab kebakaran di Swiss masih dalam penyelidikan. Jaksa Agung Kanton Valais, Béatrice Pilloud, mengatakan pihaknya mendalami kemungkinan terjadinya fenomena “flashover” sebagai salah satu penyebab utama.
Flashover merupakan kondisi ketika hampir seluruh bagian dalam sebuah ruangan terbakar secara bersamaan akibat suhu ekstrem.
“Masih banyak hal yang perlu diklarifikasi. Beberapa hipotesis telah diajukan, dan penyelidikan masih berlangsung,” ujar Pilloud dalam konferensi pers di Bern.
Presiden Swiss Guy Parmelin menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. Ia menyebut peristiwa ini sebagai salah satu bencana terburuk yang pernah terjadi di negaranya.
Pemerintah Swiss juga memastikan penanganan medis dan pendampingan bagi para korban serta keluarga yang terdampak. (*)
Editor : Almasrifah