KALTIMPOST.ID,BANJARMASIN-Mengawali tahun 2026, aktivitas seismik di Kalimantan Selatan menunjukkan peningkatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya tiga rangkaian gempa bumi yang terjadi dalam waktu singkat, yakni kurang dari 30 menit, Sabtu (3/1/2026) siang.
Berdasarkan data teknis BMKG, titik koordinat gempa tersebut berada di laut, tepatnya sekitar 81 kilometer timur laut Kotabaru dengan kedalaman yang sangat dangkal, yaitu 3 kilometer.
Meski berada di kedalaman dangkal, getaran tersebut dilaporkan tidak sampai dirasakan oleh penduduk di daratan Kotabaru.
Baca Juga: Waspadai Dampak Gempa Sulawesi, Balikpapan Perlu Pemetaan Mikrozonasi
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Kaltim, Rasmid, mengonfirmasi bahwa rentetan gempa tersebut terekam dengan jelas oleh jaringan seismograf. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini berasal dari dua sumber patahan yang berbeda.
"Dua titik gempa terdeteksi di jalur Patahan Meratus yang aktif, sementara satu titik lainnya berada di kawasan pesisir timur Kalimantan Selatan," jelas Rasmid.
Ia memberikan rincian tiga gempa bumi tersebut yaitu pukul 11.18 Wita gempa berkekuatan magnitudo 2,6 mengguncang wilayah barat daya Balangan dengan kedalaman 4 kilometer.
Pukul 11.24 Wita gempa kedua sebesar magnitudo 3,1 muncul di laut, 73 kilometer timur laut Kotabaru pada kedalaman 3 kilometer.
Baca Juga: Peringatan BMKG, Pasang Laut Hingga 3,1 Meter Ancam Kawasan Pesisir dan Tambak di Kaltim
Pukul 11.36 Wita gempa ketiga kembali terjadi di Balangan dengan magnitudo magnitudo 2,6 pada kedalaman 29 kilometer.
Rasmid menambahkan bahwa aktivitas di Balangan murni dipicu oleh pergerakan struktur geologi Pegunungan Meratus yang membentang sepanjang 111 kilometer.
Sedangkan untuk wilayah Kotabaru, pemicunya adalah patahan sekunder yang berelasi dengan sistem utama Meratus.
Kejadian ini mencatatkan diri sebagai aktivitas tektonik pertama di Pulau Kalimantan pada 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas warga di Kotabaru tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Meski banyak warga, seperti Juliansyah, merasa khawatir karena pusat gempa berada di laut, hingga kini belum ditemukan adanya laporan kerusakan infrastruktur maupun korban.
Pihak BPBD Kotabaru melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Latifu Arsyiono, meminta warga untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
"Masyarakat diharapkan tetap tenang namun selalu waspada. Gunakan saluran informasi resmi dari BMKG atau BPBD sebagai acuan utama, dan pastikan bangunan rumah dalam kondisi aman," imbaunya.(*)
Editor : Dwi Puspitarini