KALTIMPOST.ID,MAKASSAR-Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih bersiaga di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkajene Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan, dengan mendirikan kamp darurat di titik penemuan badan dan ekor pesawat ATR 42 500 milik Indonesia Air Transport.
Kondisi geografis yang ekstrem mengharuskan personel tetap berada di lokasi guna mengamankan area sekaligus melakukan identifikasi awal.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan bahwa proses evakuasi total belum dapat terlaksana akibat faktor alam.
Laporan dari Kantor SAR Makassar menyebutkan bahwa kombinasi hujan deras, angin kencang, serta kabut tebal di ketinggian lebih dari 1.000 mdpl sangat membatasi jarak pandang dan berisiko bagi keselamatan tim di lapangan.
Sejauh ini, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri telah berhasil mengangkat satu jenazah laki-laki dari jurang sedalam 200 meter pada pukul 14.20 WITA.
Korban tersebut langsung dibawa melalui jalur darat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Kronologi Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak saat Hendak Mendarat di Makassar
Berdasarkan data manifest, pesawat dengan kode registrasi PK-THT ini membawa 10 orang, termasuk tiga pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Untuk langkah selanjutnya, pihak Basarnas telah menyiapkan dua skenario evakuasi: menggunakan sistem tali dan tandu melalui jalur darat, atau mengerahkan helikopter jika kondisi cuaca dan landasan pendaratan telah dinyatakan aman. (*)
Editor : Almasrifah