Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

14 Tahun Mengudara, Pramugari Olen Sempat Minta Doa Ibu sebelum Terakhir Kali Terbang ke Makassar

Ari Arief • Senin, 19 Januari 2026 | 10:57 WIB

DUKA; Dengan wajah tertutup masker, ibunda Florencia tak kuasa menahan kesedihan saat menempuh perjalanan ke Makassar demi menanti kabar sang putri.
DUKA; Dengan wajah tertutup masker, ibunda Florencia tak kuasa menahan kesedihan saat menempuh perjalanan ke Makassar demi menanti kabar sang putri.

KALTIMPOST.ID, MAKASSAR-Keluarga Florencia Lolita Wibisono tengah diselimuti kecemasan mendalam setelah nama pramugari berusia 32 tahun tersebut tercatat dalam manifes pesawat ATR 42-500.

Pesawat tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan di area pegunungan Bulusarung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Meskipun situasi tampak sulit, keluarga besar wanita yang akrab dipanggil Olen ini masih memanjatkan doa agar ada kabar baik terkait keselamatannya.

Olen dikenal sebagai pribadi yang sangat hangat dan rajin menjaga komunikasi dengan kerabatnya.

Baca Juga: Satu Korban Pesawat ATR Berhasil Dievakuasi dari Jurang 200 Meter, Tim SAR Masih Bertahan di Puncak Bulusaraung

Suly Mandang, tante dari Olen, mengungkapkan betapa terpukulnya keluarga atas musibah ini, terutama sang ibu yang baru saja pulih dari sakit.

Suly Mandang mengungkapkan, di tengah kesibukannya sebagai kru kabin, Olen selalu menyempatkan diri menghubungi ibunya, terlebih saat ibunya baru keluar dari rumah sakit.

Kontak terakhir antara Olen dan keluarga terjadi pada Jumat (16/1), hanya sehari sebelum ia berangkat menjalankan tugas.

Dia mengatakan, Olen merupakan pramugari senior dengan pengalaman terbang selama 14 tahun.

Baca Juga: Satu Korban Pesawat ATR Berhasil Dievakuasi dari Jurang 200 Meter, Tim SAR Masih Bertahan di Puncak Bulusaraung

Sebelum bertolak dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1) untuk berdinas, ia sempat berpamitan secara khusus.

"Saat akan berangkat dinas dari Jogja ke Makassar, dia sempat memberi tahu keluarga dan memohon doa agar perjalanannya diberikan kelancaran," kenang Suly saat mendampingi ibu Olen di Makassar, Senin (19/1/2026).

Saat ini, pihak keluarga terus memantau perkembangan proses evakuasi dan pencarian yang dilakukan oleh tim penyelamat di lokasi jatuhnya pesawat.(*)

Editor : Almasrifah
#ATR 42-500 #yogyakarta #makassar #pramugari #Pramugari Olen #kecelakaan