Bagian kepala korban ditemukan tergantung di dahan pohon, sementara tubuhnya berada di tanah tepat di bawahnya.
Peristiwa itu pertama kali diketahui seorang pencari rumput yang melintas di kebun sengon milik warga bernama Rohib. Kepala manusia berambut panjang terlihat tergantung di dahan pohon dengan ketinggian sekitar empat meter.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada ketua RT setempat dan diteruskan ke kepolisian. Warga bernama Mispani mengatakan lokasi pohon itu selama ini digunakan sebagai batas lahan antarwarga.
“Kepala itu sudah dalam kondisi membusuk, rambutnya panjang. Awalnya warga tidak curiga,” ujar Mispani.
Tak lama setelah penemuan kepala, warga mendapati bagian tubuh korban tergeletak di tanah di bawah pohon. Korban diketahui mengenakan kaus lengan pendek dan celana jin. Sepasang sandal masih berada di sekitar lokasi.
Menurut warga, bau menyengat dari jasad korban sebelumnya tidak tercium jelas karena lokasi penemuan berdekatan dengan tempat pembuangan limbah bulu ayam. Aroma limbah tersebut menutupi bau pembusukan jenazah.
Petugas dari Unit INAFIS Satreskrim Polres Tulungagung bersama tim Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr Iskak Tulungagung langsung mendatangi lokasi kejadian. Kanit INAFIS Aiptu Sugapri menggunakan tangga untuk menurunkan kepala korban dari dahan pohon.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, bagian kepala disatukan kembali dengan tubuh korban. Jenazah kemudian dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Iskak Tulungagung untuk pemeriksaan lanjutan.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan identitas diri di saku pakaian korban. Kondisi jasad yang sudah rusak membuat proses identifikasi menjadi sulit.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, menjelaskan bahwa temuan tersebut sebenarnya sudah diketahui sejak Senin (19/1/2026) pagi. Namun, saksi bernama Bagus yang pertama kali melihatnya memilih meninggalkan lokasi karena ketakutan.
“Baru keesokan harinya saksi bersama seorang warga bernama Nurazizah melapor ke perangkat desa. Laporan itu kemudian diteruskan ke Polsek Kedungwaru,” kata Nanang.
Baca Juga: Dasco Tegaskan Tommy Djiwandono Calon Deputi Gubernur BI Usulan Gubernur BI, Bukan Prabowo
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban sebelumnya melakukan gantung diri di lokasi yang tertutup rimbun pepohonan. Seiring waktu, tubuh korban membusuk hingga tulang leher tidak lagi mampu menopang berat badan, menyebabkan bagian tubuh terpisah.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan upaya identifikasi untuk mengungkap identitas korban.
“Kondisi jenazah sudah rusak berat dan sangat sulit dikenali. Identitas korban masih belum diketahui,” ujar Nanang.
Editor : Uways Alqadrie