KALTIMPOST.ID, Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan dua pria berseragam TNI dan Polri tengah menyidak keras seorang penjual es gabus di Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/1).
Penjual es gabus keliling yang diketahui bernama Suderajat (50) itu dituding menjual es gabus palsu menggunakan bahan berbahaya yakni spons.
Tudingan tanpa bukti ilmiah itu bahkan berujung pada tindakan main hakim sendiri yang dilakukan aparat di hadapan warga setempat.
Mirisnya, tak hanya menuduh dan menganiaya, kedua oknum aparat itu juga meminta penjual untuk memakan kue yang sudah diremasnya.
Di mana tujuan diremas tersebut untuk memperlihatkan kue tersebut bak spons, tidak hancur meskipun sudah diperas.
"Kamu makan ini, makan ini habisin, habisin kamu telen. Yang modar biar kamu jangan anak-anak kecil ya kasihan," ujarnya.
Video ini lantas beredar luas dan viral. Hingga akhirnya Polres Metro Jakarta Pusat turun tangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Laporan Masuk, Polisi Bergerak Cepat
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan terkait video tersebut melalui Call Center 110 pada Sabtu (24/1).
Di laporan itu disebutkan bahwa es kue atau es gabus yang dijual diduga berbahan Polyurethane Foam.
"Begitu informasi diterima, kami langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi," ucap Roby, Minggu (25/1).
"Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas," sambungnya.
Hasil Pemeriksaan: Aman Dikonsumsi
Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro pun memeriksa sejumlah produk, mulai es kue, es gabus, agar-agar, hingga coklat meses yang dijual pedagang tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan, produk es kue yang dijajakan penjual tersebut tidak mengandung bahan berbahaya.
"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas: produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," tutur Roby.
Editor : Hernawati