Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dari Mandiri Sekuritas hingga Pertamina, Jejak Strategis Iman Rachman Sebelum Mundur dari BEI

Ari Arief • Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:35 WIB

Iman Rachman (tengah).
Iman Rachman (tengah).

KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Kabar mengejutkan datang dari otoritas pasar modal Indonesia. Iman Rachman secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (30/1). Pernyataan tersebut disampaikan langsung dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BEI, Jakarta Selatan.

Keputusan besar ini diambil Iman sebagai bentuk tanggung jawab moral atas merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara signifikan dalam dua hari terakhir. "Sebagai Direktur Utama dan bentuk pertanggungjawaban atas kondisi pasar kemarin, saya menyatakan mundur dari jabatan ini," tegas Iman dalam keterangannya.

Ia berharap keputusannya menjadi langkah terbaik bagi masa depan pasar modal tanah air. Iman juga optimis bahwa IHSG akan segera pulih. "Harapan saya, indeks yang mulai menunjukkan penguatan pagi ini dapat terus membaik pada hari-hari mendatang," tuturnya.

Iman Rachman mulai menakhodai BEI sejak 29 Juni 2022 melalui keputusan RUPST. Sebelum mencapai puncak karier di bursa, ia telah malang melintang di berbagai posisi strategis industri keuangan dan BUMN.

Kariernya dimulai sebagai Manajer di Danareksa Sekuritas (1998-2003), kemudian ia menghabiskan 13 tahun sebagai Direktur Investment Banking di Mandiri Sekuritas (2003-2016). Reputasinya dalam pengelolaan keuangan membawanya menduduki kursi Direktur Keuangan di Pelindo II (2016-2018) dan Pelindo III (2018-2019).

Sebelum bergabung dengan BEI, Iman juga pernah memimpin PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai Direktur Utama (2019-2020) serta menjabat sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina (Persero) periode 2020-2022.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#iman rachman #ihsg #mundur #bei