KALTIMPOST.ID, Makassar, Sabtu pagi (31 Januari 2026) menjadi hari duka bagi Sulawesi Barat dan Indonesia.
Salim S. Mengga, sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan masyarakat, telah berpulang di usia 74 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Siloam Makassar, Sulawesi Selatan.
Kabar kepergiannya mengejutkan banyak pihak. Selama ini, Salim bukan hanya dikenal sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat, tetapi juga sebagai purnawirawan TNI Angkatan Darat yang berpengalaman dan penuh dedikasi dalam pengabdian kepada bangsa dan daerah.
Unggahan kabar duka di akun Instagram resmi @kabar.sulbar menyebutkan bahwa almarhum adalah “sosok pemimpin, pejuang, dan pengabdi daerah” yang jejaknya akan terus hidup dalam sejarah dan hati masyarakat Sulawesi Barat.
Baca Juga: Kabar Duka dari Makassar, Wagub Sulbar Salim S Mengga Meninggal Dunia Usai Operasi Lutut
Profil Salim S Mengga, Dari Militer hingga Pemerintahan
Salim S Mengga pernah menjabat sebagai Mayor Jenderal TNI Angkatan Darat sebelum pensiun.
Jejaring militernya membentuk karakter disiplin, tegas namun bersahaja, yang kemudian menjadi dasar dalam karier kepemimpinannya di pemerintahan.
Usai purnawirawan, Salim terjun ke politik melalui Partai Demokrat. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Barat pada periode 2009–2014 dan kembali terpilih untuk periode selanjutnya.
Bersama Gubernur Suhardi Duka, Salim dilantik sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025.
Sosoknya dikenal memegang peran penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan memperkuat sinergi antarlembaga di Sulbar.
Baca Juga: Proyek Jalan di Kutim Kerap Menyusut dari Usulan, Ternyata Ini Penyebabnya
Kronologi Kejadian sebelum Wafat
Beberapa hari sebelum meninggal, Salim sempat menjalani kontrol kesehatan dan tindakan operasi lutut di RS Siloam Makassar.
Ia bahkan sempat membagikan video dan mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mendoakannya melalui akun Instagram pribadinya.
“Semoga setelah kontrol ini, saya segera kembali ke Mamuju untuk menjalankan roda pemerintahan,” ujar almarhum sekitar 4 hari sebelum wafat.
Unggahan ini menunjukkan kegigihan dan semangatnya meski tengah menghadapi tantangan kesehatan.
Ucapan Duka dan Penghormatan
Gubernur Suhardi Duka menyampaikan bahwa Sulawesi Barat kehilangan figur teladan, pemimpin yang istiqomah, dan sangat mencintai rakyatnya.
Ia juga menyebut Salim sebagai sahabat dan orang yang dituakan dalam pemerintahan.
“Saya dan seluruh rakyat Sulbar sangat kehilangan sosok teladan,” ujar Suhardi dalam unggahannya, sambil mendoakan agar almarhum ditempatkan di tempat yang mulia oleh Allah SWT.
Jenazah Salim S Mengga akan diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu sore dan akan disemayamkan di rumah duka di Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Prosesi pemakaman direncanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, sebagai penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. ***
Editor : Dwi Puspitarini