KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi hangat bersama puluhan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan tokoh pesantren di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Pertemuan rutin yang dijadwalkan setiap tiga hingga empat bulan sekali ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, termasuk Ketua MUI KH. M. Anwar Iskandar, Wakil Ketua MUI KH M Cholil Nafis, serta Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa selain menjadi ajang silaturahmi, momen ini dimanfaatkan pemerintah untuk memaparkan pencapaian strategis sekaligus menyerap aspirasi langsung dari para ulama. Fokus utama dalam dialog kali ini adalah penjelasan mengenai bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace).
Baca Juga: Jalankan Arahan Presiden Prabowo, TNI Siapkan Satuan Zeni dan Pengamanan untuk Dikirim ke Gaza
Nasaruddin Umar memberikan pandangan menarik terkait kebijakan luar negeri ini dengan menarik benang merah sejarah Islam. Ia menilai langkah Prabowo serupa dengan strategi diplomasi Rasulullah melalui Perjanjian Hudaibiyah.
"Apa yang dilakukan Pak Prabowo ini mengingatkan kita pada Perjanjian Hudaibiyah. Meski kala itu sempat memicu kesalahpahaman di kalangan sahabat, sejarah membuktikan bahwa keputusan tersebut adalah langkah terbaik bagi masa depan dunia Islam," ujar Nasaruddin.
Melalui pertemuan ini, sinergi antara ulama dan pemerintah (umara) diharapkan tetap terjaga demi stabilitas nasional dan peran aktif Indonesia dalam perdamaian dunia.(*)
Editor : Hernawati