Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bantah Terlibat, Paspampres Sebut Pelaku Penganiayaan Ojol di Kembangan Adalah Anggota Mabes TNI

Ari Arief • Selasa, 10 Februari 2026 | 11:38 WIB

UNGGAHAN: Hasan mengunggah lukanya di media sosial yang kemudian jadi viral.
UNGGAHAN: Hasan mengunggah lukanya di media sosial yang kemudian jadi viral.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Pihak Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) memberikan klarifikasi tegas terkait isu viral yang menyeret nama satuannya dalam kasus penganiayaan driver ojek online (ojol).

Setelah dilakukan investigasi internal, dipastikan bahwa pelaku bukanlah bagian dari korps perisai hidup presiden tersebut.

Asisten Intelijen Danpaspampres, Kolonel Inf. Mulyo Junaidi, menyatakan bahwa identitas terduga pelaku yang berinisial Kapten Cpm A telah teridentifikasi. Namun, yang bersangkutan tercatat sebagai prajurit dari satuan lain.

"Kami sudah melakukan pengecekan mendalam. Faktanya, yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, melainkan anggota Denma Mabes TNI," ungkap Mulyo kepada media, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Gagal Bayar DSI Rp2,4 Triliun, Dirut Janji Siap Kembalikan Seluruh Dana Lender

Mulyo menegaskan bahwa kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada Mabes TNI untuk diproses sesuai ketentuan hukum militer yang berlaku.

Penanganan di Kepolisian

Secara terpisah, Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Pol. Budi Hermanto, membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan yang menimpa pengemudi ojek daring tersebut. Saat ini, perkara tersebut tengah ditangani oleh jajaran Polsek Kembangan.

"Laporan terkait dugaan pengeroyokan atau penganiayaan driver ojol di Jakarta Barat telah diterima. Korban melapor secara resmi pada Kamis (5/2) pekan lalu," jelas Kombes Budi.

Penyelidikan hingga kini masih berjalan dengan mengumpulkan bukti-bukti pendalam, termasuk foto-foto luka korban dan detail transaksi aplikasi yang sebelumnya sempat ramai diunggah oleh akun-akun media sosial.

Baca Juga: Bareskrim Tahan 2 Petinggi PT Dana Syariah Indonesia, Dugaan Fraud dan TPPU Terbongkar

Pemicu Cekcok Penumpang Bingung Alamat

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa kekerasan ini bermula pada Rabu (4/2) malam sekitar pukul 20.15 WIB. Korban awalnya menjemput seorang penumpang berinisial N dengan titik pengantaran ke kawasan Srengseng, Kembangan.

Sesampainya di lokasi tujuan, N merasa bingung mencari rumah terduga pelaku yang akan didatanginya. Upaya korban membantu N menghubungi terduga pelaku justru berujung pada makian lewat sambungan telepon.

Meski situasi memanas, korban tetap mengantarkan N hingga tiba di depan rumah Kapten Cpm A. Namun, setibanya di sana, keributan tidak terhindarkan.

Cekcok mulut tersebut berakhir dengan aksi kekerasan fisik yang menyebabkan sang driver ojol mengalami sejumlah luka di tubuhnya.

Tak terima atas perlakuan tersebut, korban langsung menempuh jalur hukum. Kasus ini kini tercatat dengan nomor laporan LP/B/080/II/2026 di Polsek Metro Kembangan, Jakarta Barat. (*)

Editor : Almasrifah
#paspampres #mabes tni #ojol