KALTIMPOST.ID— Misteri hilangnya Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Gawanan, Colomadu, akhirnya terungkap setelah hampir satu bulan pencarian tanpa henti.
Pada Selasa (10/2/2026), tim gabungan berhasil menemukan pendaki hilang tersebut dalam kondisi meninggal dunia. Sebelumnya, ia dilaporkan hilang saat mendaki Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmagu.
Tim gabungan mengevakuasi jenazah korban dari kawasan Tapak Nogo, jalur ekstrem menuju Sungai Tubing Muslim di perbatasan Kecamatan Tawangmangu dan Jatiyoso.
Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan, mengingat medan berupa jurang terjal dengan kedalaman sekitar 200 meter.
Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, menjelaskan, titik terang pencarian muncul setelah tim Wanadri melakukan penyisiran sejak 7 Februari 2026.
Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS Masih Mengacu PP 8/2024 dengan Kenaikan 12 Persen
Pada Selasa pagi sekitar pukul 08.45 WIB, koordinator SRU Wanadri, Badawi, menemukan sepatu yang diduga milik korban.
Tak jauh dari lokasi tersebut, terlihat sesosok tubuh tersangkut di area pepohonan pisang dekat aliran sungai. Temuan ini segera dilaporkan ke basecamp melalui radio komunikasi.
Setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh unsur, termasuk masukan dari Polres Karanganyar, jalur evakuasi dialihkan dari Basecamp Mongkrang ke jalur Tubing Muslim yang dinilai lebih memungkinkan untuk dilalui tim gabungan.
Evakuasi dilakukan secara bertahap dan terencana hingga akhirnya jenazah berhasil tiba di Tubing Muslim pada pukul 17.25 WIB.
Baca Juga: Mensesneg Pastikan Tak Ada Reshuffle Kabinet, Pemerintah Fokus Kerja Jelang Ramadan dan Lebaran
Selanjutnya korban dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Karanganyar, sebelum dipulangkan ke rumah duka di Colomadu pada pukul 19.29 WIB.
Sejumlah pejabat turut hadir memantau proses evakuasi, di antaranya Bupati Karanganyar H. Robert Christanto, Wakil Bupati Adhe Eliana, Kepala BPBD Karanganyar Hendro Prayitno, Forkopimcam Tawangmangu dan Jatiyoso, serta relawan dari berbagai unsur.
Diketahui, Yazid Ahmad Firdaus dilaporkan hilang sejak 18 Januari 2026 dan telah dilakukan pencarian intensif hingga akhir Januari. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut dan menyetujui untuk tidak dilakukan autopsi.
Seluruh rangkaian pencarian dan evakuasi berjalan lancar dan menjadi bukti kuatnya sinergi antara relawan, pemerintah daerah, dan Polri dalam upaya kemanusiaan.