Pihak kampus menegaskan video tersebut tidak melibatkan mahasiswa Unram. Klarifikasi disampaikan setelah Pusat Layanan KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memanggil mahasiswa KKN Desa Lenek bersama Dosen Pembimbing Kegiatan serta melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).
“Hasil pemeriksaan memastikan video yang beredar tidak ada kaitannya dengan mahasiswa KKN Unram,” demikian keterangan resmi kampus, Selasa (10/2).
Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi, juga menegaskan rekaman tersebut bukan peristiwa di Lombok maupun NTB. Video itu disebut telah beredar sejak September 2025 dan tidak terkait dengan institusi kampus.
Seorang mahasiswi yang namanya turut dikaitkan dalam isu tersebut menyatakan secara tegas bahwa dirinya bukan sosok dalam video. Ia membantah tudingan yang beredar di media sosial.
Selain klarifikasi, Unram memberikan pendampingan psikologis kepada mahasiswa yang terdampak akibat informasi yang dinilai tidak benar. Kampus juga mengimbau masyarakat dan media agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Unram berharap polemik ini tidak berlanjut dan tidak merugikan mahasiswa maupun institusi pendidikan.
Editor : Uways Alqadrie