Pasangan Muhammad Ramadhan dan Rully Sabillah Nur Nadifa memilih melangsungkan akad nikah secara sederhana di KUA Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Tanpa dekorasi meriah maupun pesta besar, prosesi berlangsung khidmat dan hanya dihadiri keluarga terdekat.
Dalam video yang beredar, terlihat perjalanan pasangan tersebut sejak berangkat menuju KUA hingga momen santai setelah resmi menjadi suami istri. Alih-alih menjalani rangkaian acara panjang seperti resepsi pada umumnya, keduanya justru menikmati waktu istirahat di rumah setelah akad selesai.
Keputusan menikah sederhana disebut bukan tanpa alasan. Pasangan ini ingin memprioritaskan kebutuhan rumah tangga di awal pernikahan serta menghindari beban biaya besar.
Meski digelar tanpa pesta megah, acara tetap dipersiapkan dengan matang. Mereka menyediakan transportasi keluarga, mengenakan busana seragam batik, serta mengadakan makan bersama keluarga di sebuah restoran sebagai bentuk syukuran sederhana.
Seluruh biaya pernikahan ditanggung sendiri oleh pasangan tersebut tanpa bantuan orang tua maupun utang. Prinsip itulah yang membuat keduanya merasa lebih tenang memulai kehidupan baru.
Namun, keputusan tersebut sempat melalui proses panjang, terutama dalam mendapatkan restu keluarga. Sang mempelai perempuan mengaku harus berdiskusi cukup emosional dengan ayahnya yang awalnya belum langsung menyetujui konsep pernikahan sederhana itu.
Restu akhirnya diberikan keesokan harinya dalam momen haru ketika sang ayah menyatakan dukungan penuh terhadap pilihan putrinya. Dukungan keluarga menjadi hadiah paling berharga bagi pasangan tersebut.
Unggahan pernikahan sederhana ini pun menuai beragam respons warganet. Banyak yang mengaku terinspirasi dan berharap konsep menikah praktis tanpa tekanan sosial bisa semakin diterima masyarakat.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan perubahan pola pikir generasi muda yang mulai menempatkan makna pernikahan pada kesiapan hidup bersama, bukan semata kemewahan pesta.
Editor : Uways Alqadrie