Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Simbol Inspirasi Prajurit, Monumen Jenderal Besar Soeharto Berdiri Megah di Sukoharjo

Ari Arief • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:08 WIB

MONUMEN: Peresmian Monumen Jenderal Besar TNI (Purn) MH Soeharto  di Brigif 6 Kabupaten Sukoharjo, Jateng.
MONUMEN: Peresmian Monumen Jenderal Besar TNI (Purn) MH Soeharto di Brigif 6 Kabupaten Sukoharjo, Jateng.

KALTIMPOST.ID,SUKOHARJO-Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad secara resmi menghadirkan sebuah ikon sejarah baru di Markas Brigif 6, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Monumen Jenderal Besar TNI (Purn) MH Soeharto kini berdiri tegak sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap sosok yang dikenal luas sebagai "Bapak Kostrad".

Peresmian monumen tersebut dipimpin langsung oleh Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, didampingi oleh Siti Hediati Soeharto yang hadir mewakili keluarga besar almarhum Presiden ke-2 RI tersebut.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi Divif 2 Kostrad, unsur Forkopimda Surakarta, serta tokoh masyarakat setempat.

Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Primadi menekankan bahwa pendirian monumen ini bukan hanya soal estetika arsitektur, melainkan sebuah simbol abadi atas dedikasi luar biasa Jenderal Soeharto bagi kedaulatan Indonesia.

Baca Juga: Masjid Negara IKN Sajikan 700 Porsi Takjil Gratis Setiap Hari untuk Warga-Pekerja

“Monumen ini adalah penanda sejarah sekaligus sumber inspirasi bagi setiap prajurit Kostrad untuk menjaga jati diri sebagai pasukan yang tangguh, disiplin, dan setia kepada NKRI,” tegas Primadi.

Mewarisi Nilai Strategis dan Loyalitas

Pangdivif 2 Kostrad mengingatkan kembali catatan sejarah mengenai peran sentral Jenderal Besar Soeharto, terutama dalam kepemimpinannya pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

Visi strategis dan ketegasan Soeharto di masa lalu telah menjadi fondasi utama doktrin prajurit Kostrad yang menjunjung tinggi profesionalisme serta pengabdian tanpa pamrih.

Beberapa poin utama makna monumen ini bagi prajurit antara lain fondasi karakter dengan menginternalisasi nilai loyalitas dan integritas yang diwariskan oleh para pendahulu. Pengingat sejarah menghargai tonggak sejarah perjuangan bangsa sebagai kompas dalam menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga: Kemendagri Instruksikan Pemda Jaga Stabilitas Pangan Hingga Idulfitri 2026

Kesiapsiagaan dengan menumbuhkan semangat juang agar prajurit selalu siap diterjunkan kapan pun dan di mana pun demi menjaga keutuhan NKRI.

Dengan adanya monumen ini di lingkungan Brigif 6, diharapkan seluruh personel Divif 2 Kostrad memiliki motivasi yang lebih kuat untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi negara, dengan senantiasa berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#loyalitas #jenderal soeharto #soeharto #monumen #simbol