KALTIMPOST.ID-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sorotan utama pada perdagangan Selasa, 4 Maret 2026. Hingga pukul 15.27 WIB atau menjelang penutupan perdagangan, IHSG tercatat di level 7.548,21 atau merosot 391,55 poin setara 4,93 persen dibanding penutupan sebelumnya di 7.939,77.
Sepanjang sesi intraday, IHSG sempat dibuka di level 7.896,38 dan bergerak di rentang 7.486,32 hingga 7.897,81. Tekanan jual terlihat dominan sejak pagi hingga menjelang penutupan sesi sore, menandakan sentimen pasar yang cenderung negatif.
Baca Juga: TNI Ringkus Tujuh Anggota OPM Setelah Terlibat Baku Tembak di Kawasan Tembagapura
Sejalan dengan pelemahan IHSG, sejumlah saham unggulan ikut terseret ke zona merah.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 3,31 persen ke 10.225. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terkoreksi tajam 8,62 persen ke level 4.030.
Saham perbankan juga tertekan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 2,83 persen ke posisi 6.875, sementara PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) turun 1,33 persen ke level 1.480.
Dari sektor batu bara, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ambles 7,94 persen ke 232. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ikut melemah 1,44 persen ke 13.700.
Tekanan jual juga terjadi pada PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang turun 4,44 persen ke 8.075. Bahkan, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) mencatat penurunan terdalam sebesar 11,48 persen ke level 216.
Baca Juga: Simbol Inspirasi Prajurit, Monumen Jenderal Besar Soeharto Berdiri Megah di Sukoharjo
Sementara itu, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) terkoreksi 2,03 persen ke 725 dan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) turun tipis 0,38 persen ke 1.310.
Dengan pelemahan hampir 5 persen dalam sehari, IHSG mencerminkan tekanan besar di pasar saham domestik. Pelaku pasar kini mencermati sentimen global dan faktor domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan indeks pada perdagangan selanjutnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko