KALTIMPOST.ID, Memasuki hari ke-16 Ramadan, pemerintah semakin intens menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain bansos, pemerintah pusat juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, anggota Polri, hingga para pensiunan. Proses pencairan dana tersebut bahkan telah dimulai sejak 26 Februari 2026.
Bantuan PKH dan BPNT Segera Disalurkan
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program bantuan sosial yang dikelola Kementerian Sosial Republik Indonesiadipastikan akan menerima pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai(BPNT) menjelang Lebaran.
Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk stimulus pangan yang meliputi:
-
Beras 10 kilogram per bulan selama dua bulan (total 20 kilogram)
-
Minyak goreng 2 liter per bulan selama dua bulan (total 4 liter)
Program ini ditujukan kepada sekitar 35 juta KPM di seluruh Indonesia, khususnya masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 sebagai penerima bantuan reguler.
Distribusi bantuan dilakukan melalui kelurahan, kecamatan, hingga aparat RT dan RW setempat. Hingga kini, kesiapan penyaluran bantuan disebut telah mencapai sekitar 80 persen.
Isu BLT Kesra Rp900 Ribu
Belakangan beredar kabar mengenai pencairan BLT Kesra sebesar Rp900 ribu yang ramai diperbincangkan di media sosial. Namun sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait penyaluran bantuan tersebut pada Maret atau menjelang Idulfitri 2026.
Dengan demikian, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menerima informasi serta hanya merujuk pada pengumuman resmi dari pemerintah.
PKH dan BPNT Tahap 1 Mulai Disalurkan
Penyaluran bantuan PKH dan BPNT tahap pertama telah berlangsung di berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran secara tunai melalui PT Pos Indonesia diprioritaskan bagi daerah yang masuk kategori wilayah 3T, yaitu terdepan, terluar, dan tertinggal, yang memiliki keterbatasan akses ke ATM bank Himbara.
Besaran bantuan yang diterima bervariasi tergantung pada komponen penerima, dengan nominal berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp900 ribu.
Baca Juga: Ramadan 2026 Banjir Bansos! 5 Bantuan Ini Cair Sekaligus, Beras 10 Kg hingga BPJS
Program Indonesia Pintar
Sementara itu, bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA dilaporkan sudah mulai masuk ke rekening SimPel (Simpanan Pelajar) di bank penyalur seperti Bank BRI dan Bank BNI.
Para penerima yang sebelumnya telah mengaktifkan rekening diimbau segera mengecek saldo masing-masing secara mandiri.
Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Dalam rangka menjaga ketahanan pangan selama Ramadan, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.
Setiap penerima memperoleh total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang merupakan akumulasi bantuan untuk dua bulan. Program ini menyasar sekitar 35 juta KPM di seluruh Indonesia.
Untuk wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan perbankan, penyaluran bantuan diprioritaskan melalui kantor pos. Para penerima akan memperoleh surat undangan dengan barcode yang digunakan sebagai bukti pengambilan bantuan.
Bantuan PKH Plus untuk Warga Jawa Timur
Kabar baik juga datang bagi masyarakat di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi kembali menyalurkan bantuan tambahan melalui program PKH Plus.
Program ini memberikan bantuan sebesar Rp500 ribu per tahap kepada keluarga prasejahtera yang memiliki anggota keluarga lanjut usia.
Penerima bantuan adalah KPM berusia minimal 70 tahun yang telah terdaftar dalam data kemiskinan provinsi. Secara keseluruhan, bantuan tersebut diberikan sebesar Rp2 juta per tahun dan dicairkan secara bertahap.
Bagi penerima yang telah memiliki kartu ATM, pencairan dapat dilakukan melalui Bank Jatim. Sementara bagi warga yang belum memiliki kartu ATM, penarikan bantuan dapat dilakukan melalui titik komunitas seperti kantor desa atau kelurahan setempat.
Editor : Ilmidza