KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kabar memilukan datang dari perairan internasional Selat Hormuz. Kapten kapal asal Indonesia, Miswar Maturusi, dilaporkan hilang bersama dua WNI lainnya menyusul insiden ledakan hebat yang menenggelamkan Tugboat Musaffah 2.
Hingga saat ini, pihak keluarga masih menanti kepastian terkait nasib sang kapten. Sang istri, Marliani Ahmad, mengenang momen terakhir komunikasi mereka sebelum musibah tersebut terjadi. Menurut Marliani, sang suami sempat menghubunginya melalui video call pada Rabu (4/3) sore.
"Saat itu obrolan kami seperti biasa saja. Beliau sempat berpamitan untuk istirahat sore itu," ungkap Marliani saat memberikan keterangan kepada media, Senin (9/3).
Baca Juga: Gawat! Tugboat Meledak di Selat Hormuz, Tiga Pelaut Asal Indonesia Hilang dalam Pencarian
Tak ada firasat buruk yang dirasakan keluarga saat itu. Bahkan, pada Kamis (5/3) pagi sekitar pukul 09.00, Kapten Miswar masih sempat mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp. Dalam pesan tersebut, ia mengabarkan akan segera berlayar pada sore harinya dan memperkirakan akan tiba di tujuan pada Jumat sore.
Diketahui, keberangkatan Kapten Miswar saat itu bertujuan untuk melakukan misi penjemputan terhadap kapal milik rekannya yang mengalami kerusakan mesin. Namun, Marliani mengaku tidak mengetahui secara spesifik bahwa lokasi penjemputan tersebut berada di kawasan rawan Selat Hormuz.
"Beliau hanya mengabarkan akan menjemput kapal yang rusak, tidak menyebutkan lokasinya di Selat Hormuz," imbuhnya dengan nada getir.
Baca Juga: Usai Tolak Nyanyikan Lagu Kebangsaan, 5 Pesepak Bola Putri Iran Diberi Suaka di Australia
Insiden tenggelamnya Tugboat Musaffah 2 ini kini menjadi perhatian serius, terutama terkait upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap para kru WNI yang belum ditemukan. Pihak otoritas terkait diharapkan segera memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan evakuasi di lokasi kejadian.(*)
Editor : Dwi Puspitarini