KALTIMPOST.ID,PONTIANAK-Pelarian panjang Abdul Hamid alias Boy akhirnya terhenti. Bandar narkotika yang masuk dalam pusaran jaringan besar Erwin Iskandar alias Ko Erwin tersebut diringkus tim gabungan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (12/3/2026).
Penangkapan ini dilakukan oleh personel Subdit IV Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri bersama Satgas Narcotic Investigation Center (NIC). Tim yang dikomandani Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury tersebut berhasil melacak jejak Boy yang sempat berpindah-pindah lokasi persembunyian.
"Tersangka diamankan di sebuah rumah kontrakan di Pontianak. Sebelumnya, yang bersangkutan sempat melarikan diri dari Bima, NTB, untuk menghindari kejaran petugas," ungkap Kombes Kevin Leleury dalam keterangan resminya dikutip Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Babak Baru Skandal Narkoba Bima, Genda Diringkus, Ungkap Setoran Sabu ke Oknum Polisi
Peran Sentral dan Jejak Suap
Boy bukanlah pemain baru. Dalam struktur jaringan Ko Erwin, ia memiliki peran vital sebagai bandar penguasa wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Namanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sesaat setelah bos besarnya, Ko Erwin, diciduk polisi.
Selain keterlibatan dalam peredaran gelap narkoba, Boy juga terseret skandal suap yang mencoreng institusi kepolisian. Ia diduga kuat sebagai pihak yang menyetorkan uang "atensi" sebesar Rp 1,8 miliar kepada mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, melalui perantara mantan Kasatresnarkoba, AKP Malaungi. Penyerahan uang haram tersebut dilaporkan terjadi di lingkungan Mapolres Bima Kota.
Memburu 'The Doctor'
Baca Juga: Skandal Narkoba Polres Bima Kota, Bandar Ko Erwin Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia
Meski Boy sudah tertangkap dan kini telah dibawa ke Bareskrim Polri di Jakarta, operasi kepolisian belum berhenti. Kombes Kevin menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan intensif untuk membongkar akar jaringan ini hingga tuntas.
"Kami masih mendalami peran pihak lain. Ada satu sosok yang dikenal dengan sebutan 'The Doctor' yang masuk dalam radar pengejaran kami," tegasnya.
Selain itu, polisi juga tengah memburu satu nama lain yakni Satriawan, yang diduga kuat ikut terlibat dalam sindikat peredaran narkoba berskala besar ini. Dengan tertangkapnya Boy, polisi optimis peta distribusi jaringan Ko Erwin akan semakin benderang.(*)
Editor : Hernawati