Berdasarkan pantauan di lapangan hingga malam hari, genangan air di sejumlah titik mencapai ketinggian bervariasi, mulai dari lutut hingga paha orang dewasa. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, bahkan sebagian harus bertahan di dalam rumah yang terendam air.
Tak hanya rumah tinggal, fasilitas ibadah seperti Masjid Jami Al-Ma’mur juga ikut terdampak banjir. Air masuk ke area masjid, mengganggu kegiatan ibadah warga di momen Lebaran. Sedikitnya 200 rumah warga di RT 10 RW 07 terdampak genangan setelah hujan deras mengguyur sejak sore hari.
Air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 17.00 WIB dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter. Hingga larut malam, air belum juga surut sehingga warga terpaksa bertahan di tengah kondisi terbatas.
Salah satu warga, Tri (48), mengungkapkan banjir terjadi setelah hujan deras turun selama beberapa jam. Ia menduga luapan air berasal dari wilayah hulu, terutama dari arah Bogor yang mengalir melalui Kali Cipinang.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan hal baru. Setiap hujan dengan intensitas tinggi, kawasan tersebut kerap menjadi langganan banjir kiriman.
“Biasanya kalau hujan deras dari atas, air pasti turun ke sini lewat Kali Cipinang. Apalagi kalau bersamaan dari arah Jatinegara,” ujarnya.
Warga berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang, terlebih saat momen penting seperti Hari Raya.
Banjir kembali melanda kawasan Pekayon, Pasar Rebo, Sabtu (21/3/2026). Sedikitnya 200 rumah warga di RT 10 RW 07 terdampak genangan setelah hujan deras mengguyur sejak sore hari.
Air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 17.00 WIB dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter. Hingga larut malam, air belum juga surut sehingga warga terpaksa bertahan di tengah kondisi terbatas.
Ketua RW setempat, Sarbidin, menyebutkan banjir kali ini cukup parah karena merendam hampir seluruh rumah di satu RT. “Air cepat naik, warga tidak sempat banyak menyelamatkan barang,” ujarnya.
Petugas gabungan dari pemadam kebakaran dan unsur TNI langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Sekitar 15 warga, termasuk bayi dan lansia yang sakit, telah dipindahkan ke tempat lebih aman sejak pukul 19.00 WIB.
Warga yang rumahnya tidak memiliki lantai dua menjadi prioritas evakuasi. Sementara itu, sebagian warga lainnya memilih bertahan di lantai atas rumah masing-masing.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet, mengingat ketinggian air yang masih cukup tinggi di beberapa titik. Hingga malam, genangan di sejumlah ruas jalan masih berkisar 30 hingga 40 sentimeter.
Editor : Uways Alqadrie