KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Dwintha Anggary, cucu almarhumah seniman Betawi Mpok Nori, ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di Jalan Daman I, RT 008/RW 002, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Dugaan awal polisi, pelaku adalah suami siri korban, Fuad, warga negara Iran.
Menurut Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Ressa Marabessy, Fuad beberapa kali terlihat sehari sebelum kejadian. Pada Jumat 20 Maret 2026, seorang saksi melihat Fuad berjalan kaki di Gang Daman 2 menuju Daman 1, mengenakan kaos hijau dan celana pendek. Saksi sempat menegur Fuad saat itu.
Saksi lain, Siti, melaporkan melihat Fuad masih mengenakan pakaian yang sama saat melaksanakan salat Subuh di Masjid Al Ikhlas, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
Polisi menemukan Dwintha tewas dengan bercak darah yang sudah mengering di lantai dan kasur. Hanya ada dua orang yang memegang kunci kontrakan, yaitu korban dan Fuad.
Penanganan Polisi
Polisi kini menelusuri jejak Fuad dan memeriksa semua fakta terkait kepemilikan kunci rumah serta aktivitas pelaku sebelum kejadian. Pihak kepolisian memastikan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap peristiwa tragis ini.
Ditemukan Tergeletak di Lantai
Polisi mengungkapkan, korban ditemukan tergeletak di lantai. Di sekitar lokasi, termasuk kasur, terdapat bercak darah yang telah mengering.
“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai, dengan kondisi terdapat darah mengering di sekitar lokasi,” ujar AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya.
Dari hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan barang milik korban yang hilang, termasuk telepon genggamnya.
Informasi yang dihimpun, mantan suami korban sempat mendatangi Dewhinta dengan maksud meminjam sepeda motor. Keduanya diketahui baru berpisah sekitar satu bulan lalu.
Polisi kemudian mengamankan pria tersebut saat diduga hendak melarikan diri di ruas tol arah Merak. Pelaku berhasil ditangkap pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Dugaan sementara, motif kejadian berkaitan dengan persoalan pribadi. Mantan suami korban disebut sempat mengajak rujuk, namun ditolak. Penolakan tersebut diduga memicu emosi hingga berujung tindakan kekerasan.
Jenazah korban sempat dibawa ke RS Kramat Jati untuk proses autopsi sebelum dimakamkan di TPU Pondok Rangon.
Pelaku Berusaha Kabur
Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardi menyatakan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
“Pintu dalam kondisi terkunci dari dalam. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari penyelidikan awal, diduga Fuad merupakan mantan suami korban. Keduanya diketahui telah berpisah sekitar satu bulan terakhir.
FD, warga negara asing asal Iran, bahkan disebut sempat terlihat di lingkungan tersebut sehari sebelumnya.
Pelaku akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian saat hendak melarikan diri. Ia ditangkap di ruas tol arah Merak pada Sabtu siang dan kini telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut, termasuk kemungkinan adanya konflik pribadi antara korban dan pelaku.
Kasus ini menyita perhatian publik. Sejumlah warganet mempertanyakan motif pasti di balik peristiwa tragis tersebut, apakah dipicu dendam atau persoalan lain.
Editor : Uways Alqadrie