Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Profil Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Warga Iran yang Pernah Nikah Siri dengan Korban

Uways Alqadrie • Minggu, 22 Maret 2026 | 13:18 WIB

Dewhinta Anggary dan mantan suami yang warga negara Iran, inisial FD.
Dewhinta Anggary dan mantan suami yang warga negara Iran, inisial FD.
KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Peristiwa tragis menimpa Dwintha Anggary, cucu seniman Betawi Mpok Nori, yang ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Jalan Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Dugaan sementara, pelaku adalah mantan suami siri korban, Fuad, seorang warga negara Iran.

Sosok Fuad, Mantan Suami Siri

Fuad dikenal sebagai pria yang jarang terekspose publik. Informasi dari keluarga korban menyebutkan, Fuad dan Dwintha sempat tinggal bersama di Malaysia beberapa tahun lalu sebelum menikah siri. Setelah perpisahan, Dwintha kembali ke Jakarta dan menempati unit kontrakannya sendiri.

Fuad lebih sering menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Kegiatan di Jakarta belum tidak diketahui publik. Sejumlah saksi melihat Fuad berada di lingkungan kontrakan korban sehari sebelum peristiwa. 

Ia juga tercatat sempat melaksanakan salat Subuh di Masjid Al Ikhlas, Bambu Apus, pada Jumat (20/3/2026).

Kronologi Penangkapan

Polisi berhasil menangkap Fuad di ruas Tol Tangerang-Merak sekitar pukul 13.30 WIB, beberapa jam setelah penemuan jenazah korban. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Polsek Cipayung dan Polda Metro Jaya.

Fakta Kronologi dan Pergerakan Pelaku

Pengamatan Saksi: Menurut Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Ressa Marabessy, Fuad beberapa kali terlihat sehari sebelum kejadian. Pada Jumat 20 Maret 2026, seorang saksi melihat Fuad berjalan kaki di Gang Daman 2 menuju Daman 1, mengenakan kaos hijau dan celana pendek. Saksi sempat menegur Fuad saat itu.

Kegiatan di Masjid: Saksi lain, Siti, melaporkan melihat Fuad masih mengenakan pakaian yang sama saat melaksanakan salat Subuh di Masjid Al Ikhlas, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Kondisi Korban: Polisi menemukan Dwintha tewas dengan bercak darah yang sudah mengering di lantai dan kasur. Hanya ada dua orang yang memegang kunci kontrakan, yaitu korban dan Fuad.

Penanganan Polisi

Polisi kini menelusuri jejak Fuad dan memeriksa semua fakta terkait kepemilikan kunci rumah serta aktivitas pelaku sebelum kejadian. Pihak kepolisian memastikan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap peristiwa tragis ini.

Baca Juga: Cucu Mpok Nori Tewas di Kontrakan Jakarta Timur! Pelaku Diduga Warga Iran, Ditemukan Luka Sayat di Leher

Ditemukan Terdapat di Lantai

Polisi mengungkapkan, korban ditemukan tergeletak di lantai. Di sekitar lokasi, termasuk kasur, terdapat bercak darah yang telah mengering.

“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai, dengan kondisi terdapat darah mengering di sekitar lokasi,” ujar AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Dari hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan barang milik korban yang hilang, termasuk telepon genggamnya.

Informasi yang dihimpun, mantan suami korban sempat mendatangi Dewhinta dengan maksud meminjam sepeda motor. Keduanya diketahui baru berpisah sekitar satu bulan lalu.

Polisi kemudian mengamankan pria tersebut saat diduga hendak melarikan diri di ruas tol arah Merak. Fuad berhasil ditangkap pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Dugaan sementara, motif kejadian berkaitan dengan persoalan pribadi. Mantan suami korban disebut sempat mengajak rujuk, namun ditolak. Penolakan tersebut diduga memicu emosi hingga berujung tindakan kekerasan.

Jenazah korban sempat dibawa ke RS Kramat Jati untuk proses autopsi sebelum dimakamkan di TPU Pondok Rangon.

Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardi menyatakan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

“Pintu dalam kondisi terkunci dari dalam. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Editor : Uways Alqadrie
#kriminal jakarta #mpok nori #Kriminal Hari Ini #cucu mpok nori dibunuh #polres jakarta timur #cipayung jakarta timur #polda metro jaya