Kejadian bermula saat seorang marbot mencium aroma tidak sedap dari dalam Masjid Miftahul Jannah. Kecurigaannya semakin kuat ketika tiba-tiba belatung berjatuhan dari bagian atas bangunan.
Tak tinggal diam, ia kemudian menelusuri sumber bau tersebut hingga ke bagian atap, dekat kubah masjid. Betapa terkejutnya, di lokasi itu ditemukan dua jasad pria yang sudah membusuk.
Belakangan diketahui, kedua korban bernama Iwan dan Bambang. Keduanya dilaporkan hilang sejak Jumat (20/3), beberapa hari sebelum Lebaran. Bahkan, hingga hari raya berlalu, mereka tak kunjung pulang ke rumah.
Sekretaris Desa Pengaradan, Dwi Andriyanto, mengungkapkan bahwa penemuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Proses evakuasi dilakukan pada malam hari dengan bantuan warga, menggunakan tali untuk menurunkan jasad dari atap.
“Posisinya tidak jauh dari kubah. Kondisinya sudah membusuk,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, sebelum dinyatakan hilang, Iwan sempat hendak menyelesaikan persoalan keluarga. Ia mengajak Bambang dan menemui sepupunya, Marhadi, yang saat itu tengah memperbaiki lampu di atap masjid.
Keduanya sempat naik ke atas untuk bertemu. Namun setelah itu, mereka tak pernah terlihat lagi. Sepeda motor yang digunakan pun masih terparkir di sekitar masjid.
Hingga kini, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan. Namun dugaan sementara, keduanya mengalami kecelakaan saat berada di atap, kemungkinan akibat tersengat aliran listrik.
Editor : Uways Alqadrie