KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang menyebut Joko Widodo bisa menjadi presiden karena perannya, menuai respons dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menilai pernyataan tersebut terkesan emosional dan tidak mencerminkan fakta perjuangan politik yang sebenarnya.
Menurut Ahmad Ali, kemenangan dalam Pilpres 2014 merupakan hasil kerja bersama antara pasangan calon, tim kampanye, serta partai politik pengusung.
Ia menegaskan, tidak tepat jika keberhasilan itu diklaim berasal dari satu individu saja, karena proses politik berjalan secara kolektif dan saling melengkapi.
Ia juga mengingatkan agar polemik lama tidak terus diangkat ke permukaan. Menurutnya, perdebatan tersebut tidak membawa manfaat dan justru berpotensi mengalihkan perhatian dari isu yang lebih penting bagi masyarakat.
Selain itu, Ahmad Ali memastikan bahwa PSI maupun Jokowi tidak memiliki keterkaitan dengan laporan terhadap Jusuf Kalla terkait dugaan penistaan agama. Ia menegaskan laporan tersebut merupakan inisiatif pribadi pihak pelapor, bukan sikap resmi partai.
Lebih lanjut, ia menilai hubungan antara Jokowi dan Jusuf Kalla semestinya dikenang sebagai kemitraan yang solid saat memimpin pemerintahan. Keduanya dianggap mampu saling mengisi dalam menjalankan roda pemerintahan.
Baca Juga: Gubernur Rudy Mas'ud Persilakan Aksi 21 April: Demo Hak Konstitusional, Tapi Utamakan Dialog
Sebelumnya, Jusuf Kalla menyampaikan pernyataan tegas saat memberikan keterangan kepada media.
Ia menanggapi berbagai isu yang menyeret namanya, termasuk tudingan terkait polemik ijazah Jokowi, dengan menegaskan bahwa dirinya memiliki peran penting dalam perjalanan politik Jokowi hingga menjadi presiden.
Editor : Uways Alqadrie