Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Profil dan Agama Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara: Dikenal Gemar Olahraga dan Dekat dengan Keluarga

Thomas Priyandoko • Senin, 20 April 2026 | 17:01 WIB
Nus Kei selama hidup dikenal sebagai tokoh berpengaruh di Maluku Tenggara.
Nus Kei selama hidup dikenal sebagai tokoh berpengaruh di Maluku Tenggara.

KALTIMPOST.ID-Nama Agrapinus Rumatora alias Nus Kei menjadi sorotan publik setelah tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026).

Peristiwa mengejutkan tersebut terjadi tak lama setelah korban tiba dari Ambon usai penerbangan dari Jakarta.

Nus Kei dikenal sebagai tokoh berpengaruh di Maluku, khususnya di wilayah Kepulauan Kei. Selain memiliki pengaruh sosial di masyarakat, ia juga aktif di dunia politik.

Baca Juga: Siapa Hendrikus Rahayaan? Pelaku Pembunuhan Nus Kei yang Ternyata Atlet MMA, Kerabat John Kei?

Di bidang politik, Nus Kei menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku Tenggara.

Ia sempat menerima surat tugas dari partainya untuk mengikuti kontestasi Pilkada Maluku Tenggara periode 2024–2029, meski langkah politiknya tidak berjalan mulus.

Kesehariannya, Nus Kei dikenal sebagia sosok yang suka berolahraga. Di akun Tik Tok dan YouTube pribadinya, ia kerap membagikan momen sedang berada di tempat gym.  Kemudian, ia juga mahir bermain catur.

Selain itu, Nus Kei beragama Katolik. Hal ini diketahui dari video yang diunggah di YouTube pribadinya di mana ia menghadiri misa pertama Pastor Amandus Pius Labetubun, SVD di Desa Ngurwul Kabupaten Maluku Tenggara, Pada Senin 17 Oktober 2022.

Dalam momen Natal ia juga membagikan ucapan Selamat Natal serta momen merayakan hari kelahiran Yesus Kristus tersebut.

Dia juga dikenal sebagai sosok yang sayang keluarga. Ia sempat membagikan bagaimana sangat menyukai masakan sang istri, papeda dengan tuna masak kuning, serta momen bersama keluarga, terutama menggendong cucu.

Masih Keluarga dengan John Kei

Nus Kei juga memiliki hubungan keluarga dengan John Refra alias John Kei, tokoh yang dikenal luas di Indonesia. Keduanya masih memiliki hubungan paman dan keponakan karena sama-sama berasal dari etnik Kei, kelompok masyarakat yang mendiami wilayah Kepulauan Kei di Provinsi Maluku.

Meski masih berkerabat, hubungan kedua kelompok tersebut kerap diwarnai konflik dan bentrokan dalam beberapa tahun terakhir.

Riwayat Bentrokan

Perseteruan antara kelompok Nus Kei dan John Kei pernah memuncak pada 2020 di kawasan Green Lake City, Tangerang.

Bentrokan itu dipicu persoalan pembagian uang hasil penjualan lahan seluas 31 hektare di RSUD Haulussy, Ambon, yang nilainya mencapai sekitar Rp49,97 miliar.

Dalam konflik tersebut, John Kei menagih Rp1 miliar kepada Nus Kei yang disebut sebagai pinjaman. Namun Nus Kei menolak mengembalikan uang itu karena dianggap sebagai biaya operasional. Perselisihan tersebut berujung bentrokan yang menyebabkan satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka.

Akibat kasus tersebut, John Kei kemudian divonis 15 tahun penjara dalam perkara pembunuhan berencana dan pengeroyokan terhadap kelompok Nus Kei.

Konflik antara dua kelompok ini kembali terjadi pada Oktober 2023 di Kompleks Titian, Medan Satria, Kota Bekasi. Bentrokan itu menewaskan seorang pria berinisial GR (44) yang diketahui merupakan bagian dari kelompok John Kei.

Tewas Ditikam di Bandara

Peristiwa tragis menimpa Nus Kei pada Minggu (19/4/2026). Ia tewas setelah ditikam oleh seorang pria bermasker di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara.

Saat itu Nus Kei baru saja mendarat dari Bandara Pattimura Ambon dan dijemput oleh keluarganya. Beberapa menit kemudian, seorang pria mengenakan jaket merah tiba-tiba mendekat dan langsung menyerang korban dengan senjata tajam.

Meski dalam kondisi terluka, Nus Kei sempat berjalan menuju ruang tunggu bandara untuk mencari pertolongan.

Keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit sekitar pukul 11.10 WIT. Namun nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.44 WIT akibat pendarahan hebat.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami empat luka tusuk, masing-masing di bagian dada kanan, dada kiri, leher sebelah kiri, serta area tulang belakang.

 
 

 

Editor : Thomas Priyandoko
#nus kei dibunuh #golkar maluku tenggara #agrapinus rumatora