KALTIMPOST.ID, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menerima kunjungan Ferry Juliantono di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada Senin (20/4/2026) malam.
Pertemuan penting ini membahas langkah nyata penguatan ekonomi melalui rekrutmen manajer koperasi desa.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut fokus pada pelaksanaan program nasional bertajuk Koperasi Desa Merah Putih.
Baca Juga: Info Penting bagi PPPK: Cek 5 Syarat Mutlak Perpanjangan Kontrak sebelum Deadline
Langkah ini dipandang strategis untuk menjadikan desa sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan transparan.
Pemerintah saat ini tengah membuka pendaftaran besar-besaran untuk mengisi posisi manajer di ribuan unit koperasi.
Proses rekrutmen manajer koperasi desa ini menjadi bagian awal dari visi besar membangun ekonomi berbasis masyarakat dari akar rumput.
Baca Juga: Antara Makan Bergizi Gratis, Subsidi BBM, Bagaimana Nasib Gaji PNS, Pensiunan dan CPNS 2026?
Peluang Kerja Besar bagi Masyarakat Desa
Program Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya mencari pemimpin unit, tetapi juga membuka keran lapangan kerja yang sangat luas.
Dengan target membangun 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia secara bertahap, setidaknya akan dibutuhkan sekitar 800.000 pekerja baru.
Hal ini dikarenakan setiap unit koperasi minimal akan menyerap sepuluh tenaga kerja yang seluruhnya berasal dari warga desa setempat.
Baca Juga: Nasib Gaji Ke 13 dan Gaji PNS 2026 Batal Naik? Menkeu Purbaya Buka Suara soal Kondisi Ekonomi
Jadwal Pendaftaran dan Tahapan Seleksi
Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran telah dibuka secara nasional sejak 15 April 2026 dan akan segera ditutup pada 24 April 2026. S
etelah masa pendaftaran berakhir, para pelamar harus bersiap menghadapi proses seleksi ketat demi menjamin kualitas manajemen yang mumpuni.
Kandidat yang terpilih nantinya tidak langsung bekerja, melainkan wajib mengikuti pelatihan khusus selama dua bulan untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan manajerial perkoperasian.
Daftar Target Utama Program Koperasi Desa
Program besar ini diawali dengan target rekrutmen sebanyak 30.000 manajer pada tahap pertama untuk memperkuat fondasi manajemen di tingkat lokal.
Ke depannya, pemerintah berencana membangun hingga 80.000 unit koperasi desa yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Dengan skala pembangunan yang masif tersebut, program ini diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 800.000 warga lokal, sehingga memberikan dampak nyata pada penyerapan tenaga kerja di pedesaan.
Para kandidat yang terpilih nantinya akan menjalani masa pelatihan manajerial intensif selama dua bulan untuk memastikan mereka memiliki kompetensi kepemimpinan yang mumpuni.
Seluruh proses ini dijalankan melalui sinergi erat lintas lembaga, di mana koordinasi utama dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan BUMN.
Kolaborasi antar-instansi ini menjadi kunci penting untuk memastikan program berjalan optimal dan mampu mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Misi Memangkas Perantara dan Sejahterakan Petani
Kehadiran manajer profesional di tingkat desa diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang selama ini merugikan produsen kecil.
Melalui koperasi ini, transaksi ekonomi diharapkan berjalan lebih efisien dan transparan tanpa perlu bergantung pada pihak ketiga atau perantara.
Baca Juga: ASN Kerja dari Rumah, Kinerja Malah Begini? MenPANRB Buka-bukaan Sesuatu yang Tak Terduga
Hasilnya, harga jual produk dari petani dan pelaku usaha desa bisa lebih kompetitif sehingga kesejahteraan warga meningkat secara signifikan.
Sinergi Pemerintah untuk Kemandirian Lokal
Keberhasilan program ini bergantung pada koordinasi erat lintas kementerian dan lembaga negara.
Pemerintah optimistis bahwa penguatan ekonomi dari desa akan menjadi tulang punggung baru bagi stabilitas ekonomi nasional.
Selain dampak finansial, program ini juga mengusung misi sosial untuk memperkuat kembali semangat gotong royong dan solidaritas warga dalam mengelola kekayaan daerahnya sendiri.***
Editor : Dwi Puspitarini