KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Di tengah gempuran tayangan animasi luar negeri yang mendominasi layar kaca, kegelisahan mulai menyelinap di hati para orang tua. Logat bicara hingga gaya hidup karakter asing perlahan diadopsi anak-anak, sementara identitas lokal kian terpinggirkan.
Menjawab keresahan itu, lahirlah BoVa & Friends, sebuah karya literasi lokal yang digagas oleh Karnila Willard, akademisi dari Sekolah Tinggi Teknologi Migas (STT Migas) Balikpapan. Bukan sekadar dongeng, buku ini lahir dari kedalaman riset ilmiah yang dikemas dengan sentuhan emosional.
Karnila melihat ada mata rantai yang terputus dalam pembentukan karakter anak bangsa. Ia menyoroti fenomena anak-anak yang tumbuh besar tanpa memiliki tokoh idola dari tanah air sendiri.
"Saya lihat anak-anak kita tidak punya tokoh lokal yang mereka idolakan. Akhirnya mereka mengadopsi karakter luar, bahkan sampai logatnya," ungkap Karnila dengan nada prihatin. Menurutnya, tidak adil menyalahkan generasi muda jika di masa depan mereka kurang mencintai Indonesia, sementara sejak dini ruang imajinasi mereka tidak diisi oleh karya lokal.
Dari kegelisahan itulah sosok BoVa lahir. Seekor bekantan kecil yang menjadi jembatan bagi anak-anak untuk mengenal kekayaan hayati Indonesia. Tak sendirian, BoVa ditemani satwa ikonik lainnya seperti pesut, penyu, hingga dugong.
Karnila meyakini bahwa bercerita (storytelling) jauh lebih ampuh daripada ceramah satu arah. "Kalau hanya bilang Indonesia itu kaya, anak-anak tidak akan paham. Tapi kalau mereka merasa dekat dengan karakternya, rasa bangga itu muncul sendiri," jelasnya.
Menariknya, buku ini juga membawa misi penyelamatan lingkungan. Alih-alih menggurui, pesan pelestarian alam disisipkan secara halus melalui pengalaman emosional para karakter. Kesadaran untuk menjaga bumi tumbuh secara organik di benak pembaca cilik.
Siapa sangka, kisah petualangan yang ringan ini merupakan hasil penyederhanaan dari riset doktoral Karnila. Proses penyusunannya pun tak main-main, memakan waktu sekitar satu setengah tahun.
Baca Juga: Kejar Peluang IKN, PPU Siapkan Proyek Matang dan Perkuat Kepastian Hukum
"Ini bukan sekadar dongeng. Ini berbasis riset yang dikemas agar anak usia 6 sampai 12 tahun bisa memahami tanpa merasa berat," tegasnya.
Rencananya, akan ada 12 seri petualangan BoVa & Friends. Mimpi Karnila tidak berhenti di pasar lokal; ia membidik pasar internasional dengan versi multibahasa. Baginya, literasi adalah senjata paling ampuh untuk memperkenalkan wajah Indonesia yang kaya dan lestari kepada dunia. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo